Terjemah — Tafsir
Makna Kata-kata Penting:
- Basyiran: Pembawa kabar gembira, yaitu kabar tentang surga dan pahala bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
- Nadziran: Pemberi peringatan, yaitu peringatan tentang azab dan siksa Allah bagi orang-orang yang kafir dan bermaksiat.
- Ummah: Suatu kaum atau golongan manusia di masa lampau.
- Khala: Telah berlalu, telah terdahulu, atau telah lampau.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, sesungguhnya Allah mengutusmu dengan membawa kebenaran yang nyata dan tidak diragukan lagi, yaitu agama Islam yang berisi keimanan kepada Allah dan syariat-syariat-Nya. Engkau diutus sebagai *basyir* (pembawa kabar gembira) bagi orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjukmu, bahwa mereka akan memperoleh surga dan kenikmatan yang kekal. Dan engkau juga diutus sebagai *nadzir* (pemberi peringatan) bagi orang-orang yang mendustakanmu dan menentang ajaranmu, bahwa mereka akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat kelak.
Dan sungguh, tidak ada satu umat pun di masa lampau melainkan telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan (nabi) yang mengajak mereka kepada kebaikan dan memperingatkan mereka dari keburukan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya tanpa petunjuk, dan bahwa risalah kenabian adalah sunnah Allah yang berlaku sepanjang zaman.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku seislam, betapa agungnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya! Dia tidak pernah membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan tanpa petunjuk. Dari zaman ke zaman, Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan kini, kita adalah umat yang paling beruntung karena Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai penutup para nabi, dengan risalah yang sempurna dan abadi hingga hari kiamat.
Maka jadilah hamba yang bersyukur! Sambutlah kabar gembira ini dengan keimanan yang tulus dan amal saleh yang istiqamah. Dan janganlah kita termasuk golongan yang lalai terhadap peringatan, sehingga kita menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Ingatlah, kebahagiaan sejati bukan terletak pada gemerlapnya dunia, melainkan pada ridha Allah dan surga-Nya yang dijanjikan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
📜 Ayat 22-26 — Fatir
Terjemah — Fatir 24
Surat Ayat 24/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








