As-Saffat · 127/182
Terjemah Transliterasi — As-Saffat
فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ ۝١٢٧
Fakazzaboohu fa inna hum lamuhdaroon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • فَكَذَّبُوهُ: Maka mereka mendustakannya (Nabi Ilyas 'alaihis salam).
  • لَمُحْضَرُونَ: Pasti akan dihadirkan (untuk dihisab dan diazab).

Tafsir:

Setelah Nabi Ilyas 'alaihis salam menyeru kaumnya dengan penuh kasih sayang dan hikmah, mengajak mereka untuk meninggalkan penyembahan berhala dan kembali kepada Allah Yang Maha Esa, apa balasan yang mereka berikan? Sungguh menyedihkan, mereka justru mendustakan beliau dan menolak seruannya dengan keras kepala. Mereka tidak hanya sekadar menolak, tetapi juga memperolok-olok dan mengingkari risalah yang dibawanya.

Namun, ketahuilah bahwa sikap mereka yang mendustakan kebenaran itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya. Oleh karena itu, Allah menegaskan bahwa mereka pasti akan dihadirkan — yakni dikumpulkan di hadapan Allah pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan mereka. Tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan Allah, dan mereka akan menerima balasan yang setimpal atas kedustaan mereka, berupa azab yang pedih di neraka.

Namun, di tengah ancaman yang tegas ini, terdapat kabar gembira bagi hamba-hamba Allah yang ikhlas — mereka yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan mengikuti para rasul. Mereka akan diselamatkan dari azab tersebut dan mendapatkan kebahagiaan yang abadi di surga.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Ilyas ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa mendustakan kebenaran dan menolak seruan para nabi adalah kesalahan besar yang berujung pada penyesalan yang tiada berguna. Namun di sisi lain, Allah selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya.

Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang mendustakan kebenaran, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Sebaliknya, mari kita senantiasa memperbaiki keikhlasan hati kita dalam beribadah kepada Allah, karena hanya dengan keikhlasan itulah kita akan selamat di dunia dan akhirat.

Ingatlah, Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. Selama kita masih bernafas, pintu taubat masih terbuka lebar. Jangan tunda taubatmu, karena kematian datang tanpa diundang. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan selamat dari azab-Nya. Aamiin.



📜 Ayat 125-129 — As-Saffat

125أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ
Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,
126اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ
(yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"
127فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),
128إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
129وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
As-SaffatIndeks Quran
182Ayat
MakkiyahRevelation
127Ayat

Terjemah — As-Saffat 127

Surat As-Saffat Ayat 127 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),

Surat Ayat 127/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 125–129. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu