Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- اللَّهَ: Allah Subhanahu wa Ta'ala, satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
- رَبَّكُمْ: Tuhan yang menciptakan, menguasai, dan mengurus segala urusan kalian.
- رَبَّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ: Tuhan yang juga menciptakan dan memelihara nenek moyang kalian yang terdahulu, seperti Nabi Adam, Nuh, Hud, dan generasi-generasi sebelum kalian.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan seruan Nabi Ilyas 'alaihis salam kepada kaumnya, Bani Israil. Beliau mengingatkan mereka dengan pertanyaan yang menusuk hati: "Patutkah kalian menyembah patung Ba'la dan meninggalkan Allah yang memiliki sifat sebaik-baiknya pencipta?" Kemudian beliau menegaskan bahwa Allah-lah Rabb kalian—yang menciptakan kalian dari tiada, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan—dan Dia juga Rabb bagi bapak-bapak kalian yang terdahulu. Jika Allah telah memelihara generasi demi generasi sejak zaman dahulu kala, maka bagaimana mungkin kalian berpaling dari-Nya kepada berhala-berhala yang tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat?
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam: bahwa pengakuan terhadap rububiyah Allah (bahwa Dia adalah Tuhan yang menciptakan dan mengatur) seharusnya membawa seseorang kepada pengakuan uluhiyah-Nya (bahwa hanya Dia yang berhak disembah). Jika kalian mengakui bahwa Allah yang menciptakan kalian dan nenek moyang kalian, maka mengapa kalian menyembah selain-Nya? Ini adalah fitrah yang tertanam dalam jiwa setiap manusia, sebagaimana para nabi selalu mengajak kaumnya dengan hujjah yang logis dan menyentuh hati.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama: Allah yang menciptakan kita, yang menurunkan hujan dari langit, yang menumbuhkan tanaman dari bumi, yang memberikan kita pendengaran, penglihatan, dan hati—Dialah yang telah memelihara bapak-bapak kita, kakek-kakek kita, hingga generasi pertama manusia. Apakah kita akan berpaling dari Rabb yang Maha Pemurah ini kepada sesuatu yang tidak bisa mendengar doa kita, tidak bisa menolong kita di saat sulit, dan tidak bisa memberikan apa pun kepada kita?
Ketika kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin" dalam setiap shalat, kita sebenarnya sedang mengikrarkan bahwa Allah adalah Rabb semesta alam—termasuk Rabb bagi seluruh leluhur kita. Maka jadikanlah ayat ini sebagai penguat iman kita: bahwa ibadah kita, doa kita, harapan kita, dan ketakutan kita hanyalah kepada Allah semata. Sungguh beruntung orang yang mengenal Rabbnya, karena ia akan merasakan manisnya iman dan tenangnya hati dalam ketaatan kepada-Nya. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu istiqamah di jalan-Nya, dan semoga Allah mempertemukan kita dengan para nabi dan orang-orang shalih di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 124-128 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 126
Surat As-Saffat Ayat 126 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?"Surat Ayat 126/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 124–128. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








