An-Nisa · 123/176
Terjemah Transliterasi — An-Nisa
لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا ۝١٢٣
Laisa bi amaaniyyikum wa laaa amaaniyyi Ahlil Kitaab; mai ya`mal sooo`ai yujza bihee wa laa yajid lahoo min doonil laahi waliyanw wa laa naseeraa
📖 Arti Bahasa Indonesia
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Amaniyyikum: angan-angan atau harapan-harapan kosong yang kamu idam-idamkan tanpa disertai amal nyata.
  • Amaniyyi ahlil kitab: angan-angan dan klaim kosong dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) bahwa mereka lebih utama di sisi Allah hanya karena status mereka.
  • Sū'an: keburukan, kejahatan, atau dosa dalam bentuk apa pun.
  • Yujza bihī: akan dibalas dan diberi ganjaran setimpal atas perbuatannya.
  • Waliyyan: pelindung yang mengurus dan membela kepentingannya.
  • Naṣīran: penolong yang menyelamatkan dari azab atau bahaya.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum muslimin, ketahuilah bahwa meraih keutamaan, ampunan, dan surga Allah tidaklah cukup dengan sekadar angan-angan kosong, baik itu angan-angan kalian maupun angan-angan Ahli Kitab. Mereka berkata, "Nabi kami lebih dahulu dari nabi kalian, maka kami lebih utama di sisi Allah." Sedangkan kalian berkata, "Nabi kami adalah penutup para nabi dan kitab kami menghakimi kitab-kitab sebelumnya, maka kamilah yang lebih utama." Allah membantah semua klaim ini dengan firman-Nya: "Tidaklah (pahala) itu berdasarkan angan-anganmu dan tidak (pula) berdasarkan angan-angan Ahli Kitab."

Artinya, kedudukan mulia di sisi Allah tidak diperoleh melalui klaim, garis keturunan, atau sekadar pengakuan lisan. Yang menjadi timbangan di sisi Allah hanyalah iman yang benar dan amal saleh yang tulus. Barang siapa mengerjakan keburukan—baik kecil maupun besar—maka ia akan menerima balasannya, baik disegerakan di dunia maupun ditangguhkan ke akhirat. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari balasan itu, dan ia tidak akan menemukan pelindung atau penolong selain Allah yang mampu mencegah azab-Nya.

Ayat ini bersifat umum mencakup setiap orang. Adapun balasan bagi orang kafir adalah neraka, sedangkan bagi mukmin, keburukan yang dilakukannya menjadi sebab musibah dan ujian di dunia sebagai penebus dosa. Ketika ayat ini turun, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah, betapa beratnya ayat ini!" Maka Rasulullah ﷺ menjawab, "Wahai Abu Bakar, bukankah engkau bersedih? Bukankah engkau sakit? Bukankah engkau tertimpa kesulitan? Itulah balasan atas keburukanmu." Maka setiap musibah yang menimpa seorang mukmin di dunia menjadi penghapus dosa-dosanya.


Hikmah dan Nasihat:

Saudaraku seiman, ayat ini adalah pengingat yang sangat agung bagi kita semua. Betapa banyak orang yang tertipu oleh angan-angan kosong, merasa cukup dengan pengakuan lisan tanpa dibuktikan dengan amal nyata. Padahal Allah tidak menilai sekadar klaim, tetapi menilai hakikat iman yang terwujud dalam ketaatan dan menjauhi larangan-Nya.

Renungkanlah: jika balasan atas keburukan itu pasti, maka betapa bijaksananya kita untuk segera bertaubat dan memperbanyak amal saleh sebelum hari perhitungan tiba. Jangan biarkan dirimu terlena dengan angan-angan, karena surga itu mahal dan tidak dijual dengan mimpi. Ia hanya diberikan kepada mereka yang bersungguh-sungguh menempuh jalan-Nya dengan amal yang diridhai-Nya.

Allah Maha Penyayang, dan kasih sayang-Nya tidak menghalangi keadilan-Nya. Namun pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Maka jadikanlah ayat ini sebagai cambuk semangat untuk berbenah diri, memperbaiki amal, dan memperbanyak istighfar. Karena hari esok adalah milik mereka yang hari ini bersungguh-sungguh beramal, bukan yang sekadar berangan-angan.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 121-125 — An-Nisa

121أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَلَا يَجِدُونَ عَنْهَا مَحِيصًا
Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.
122وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah?
123لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ ۗ مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.
124وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا
Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
125وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.
An-NisaIndeks Quran
176Ayat
MadaniyahRevelation
123Ayat

Terjemah — An-Nisa 123

Surat An-Nisa Ayat 123 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan…

Surat Ayat 123/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 121–125. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu