Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مُذَبْذَبِينَ (mudzbadzabīn): orang-orang yang bimbang dan terombang-ambing, tidak memiliki pendirian yang tetap.
- بَيْنَ ذَٰلِكَ (baina dzālika): antara iman dan kekufuran.
- لَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَلَا إِلَىٰ هَٰؤُلَاءِ (lā ilā hā'ulā'i wa lā ilā hā'ulā'): tidak condong kepada golongan ini (mukminin) dan tidak pula kepada golongan itu (kafirin).
- سَبِيلًا (sabīlā): jalan keluar menuju petunjuk dan kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang munafik dengan gambaran yang sangat jelas dan mendalam. Mereka adalah orang-orang yang hidup dalam kebimbangan dan kebingungan yang tiada berkesudahan. Hati mereka terombang-ambing di antara dua kutub yang berlawanan: iman dan kekufuran. Mereka tidak pernah teguh di atas satu keyakinan. Kepada kaum mukminin mereka berpura-pura beriman, namun hati mereka tidak pernah tulus menerima kebenaran. Kepada kaum kafir mereka juga tidak sepenuhnya condong, karena mereka masih mengharapkan keuntungan duniawi dari kedua belah pihak.
Mereka bagaikan daun kering yang diterbangkan angin ke kiri dan ke kanan, tidak tahu hendak berlabuh di mana. Kondisi ini adalah akibat langsung dari hati yang telah dikunci oleh Allah karena kesombongan dan keengganan mereka menerima kebenaran. Ketika seseorang berpaling dari petunjuk Allah dan memilih untuk hidup dalam kemunafikan, maka Allah akan membiarkannya tersesat dalam kebingungannya sendiri.
Ayat ini ditutup dengan peringatan yang sangat tegas: *"Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka kamu sekali-kali tidak akan menemukan jalan baginya."* Ini adalah hukum sunnatullah yang pasti berlaku. Ketika seseorang telah memilih kesesatan dan menolak petunjuk, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberi petunjuk kepadanya, karena hidayah hanyalah milik Allah semata.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya keikhlasan dan keteguhan hati di atas kebenaran. Orang yang hatinya bimbang dan tidak memiliki pendirian akan hidup dalam kesengsaraan batin yang tiada henti. Mereka tidak akan pernah merasakan ketenangan dan kedamaian, karena hati yang rapuh tidak akan pernah menemukan sandaran yang kokoh.
Sebaliknya, seorang mukmin sejati adalah orang yang hatinya teguh berpegang pada tali Allah, tidak goyah oleh godaan dunia, dan tidak silau oleh tipu daya setan. Ia memiliki prinsip yang jelas: Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya, dan Islam adalah agamanya. Dengan keteguhan ini, ia akan merasakan manisnya iman dan ketenangan hati yang sesungguhnya.
Marilah kita selalu berdoa kepada Allah agar ditetapkan hati kita di atas agama-Nya, dijauhkan dari sifat munafik, dan diberikan keikhlasan dalam setiap amal perbuatan kita. Karena keselamatan hakiki hanya ada pada kejujuran iman dan keteguhan di atas jalan yang lurus. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua ke jalan yang diridhai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 141-145 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 143
Surat An-Nisa Ayat 143 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir):…Surat Ayat 143/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 141–145. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








