Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Kalalah (الكَلَالَة): Orang yang meninggal dunia tanpa meninggalkan ayah dan tidak pula meninggalkan anak (keturunan).
- Yastaftūnaka (يَسْتَفْتُونَكَ): Mereka meminta fatwa (penjelasan hukum) kepadamu.
- Halaka (هَلَكَ): Meninggal dunia.
- Walad (وَلَد): Anak laki-laki (dalam konteks ayat ini).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi yang mulia, para sahabat bertanya kepadamu tentang hukum warisan bagi orang yang meninggal dalam keadaan *kalalah*, yaitu orang yang tidak memiliki ayah dan tidak memiliki anak. Maka Allah memerintahkanmu untuk menjawab: "Allah sendiri yang akan menjelaskan hukumnya kepada kalian."
Apabila seorang laki-laki meninggal dunia dalam keadaan *kalalah*—tidak memiliki ayah maupun anak—dan ia memiliki seorang saudara perempuan (kandung atau sebapak), maka saudara perempuannya itu berhak mendapatkan setengah dari harta yang ditinggalkannya. Sebaliknya, apabila saudara perempuan tersebut yang meninggal lebih dahulu dalam keadaan *kalalah*, maka saudara laki-lakinya (kandung atau sebapak) mewarisi seluruh hartanya jika ia tidak memiliki anak. Dan jika yang meninggal itu memiliki dua orang saudara perempuan atau lebih, maka mereka bersama-sama berhak mendapatkan dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.
Adapun jika ahli warisnya terdiri dari saudara-saudara laki-laki dan perempuan sekaligus, maka bagian saudara laki-laki adalah dua kali lipat bagian saudara perempuan, sebagaimana kaidah umum dalam pembagian warisan: "Bagian seorang laki-laki sama dengan bagian dua orang perempuan."
Allah menjelaskan semua hukum ini dengan terperinci agar kalian tidak tersesat dalam pembagian warisan dan tidak mengambil keputusan berdasarkan hawa nafsu atau kebiasaan jahiliah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui kemaslahatan hamba-hamba-Nya dalam urusan kehidupan dunia maupun akhirat.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya syariat Islam ini! Allah tidak membiarkan hamba-Nya kebingungan dalam urusan sekecil apa pun, termasuk dalam pembagian harta warisan. Ini semua adalah bukti kasih sayang Allah kepada kita. Bayangkan, Allah yang Maha Agung turun langsung menjelaskan aturan pembagian harta agar tidak ada pertikaian di antara ahli waris, agar tidak ada yang terzalimi, dan agar hati tetap bersih serta persaudaraan tetap terjaga.
Maka jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita. Di dalamnya terdapat solusi untuk setiap permasalahan, baik yang besar maupun yang kecil. Ketika kita memahami dan mengamalkan hukum-hukum Allah dengan ikhlas, maka hidup kita akan dipenuhi keberkahan, dan Allah akan menjaga kita dari kesesatan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya, maka bersyukurlah kita telah diberikan petunjuk yang sempurna ini.
📜 Ayat 174-176 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 176
Surat An-Nisa Ayat 176 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: "Allah memberi fatwa…Surat Ayat 176/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 174–176. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








