Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- تَرِثُوا النِّسَاءَ: menjadikan wanita sebagai warisan, seperti mewarisi harta benda.
- كَرْهًا: dengan paksaan dan tanpa kerelaan hati.
- تَعْضُلُوهُنَّ: menyempitkan dan mempersulit kehidupan mereka (istri-istri) agar mereka bersedia menebus diri.
- فَاحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ: perbuatan keji yang nyata, seperti zina atau nusyuz (durhaka kepada suami).
- عَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ: bergaullah dengan mereka (istri-istri) dengan cara yang baik dan patut.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Allah melarang kalian dengan tegas untuk mewarisi wanita-wanita secara paksa, sebagaimana kebiasaan buruk masyarakat jahiliyah dahulu. Ketika seorang laki-laki meninggal dunia, kerabat dekatnya (seperti anak atau saudara) datang dan menganggap dirinya paling berhak atas istri si mayat, lalu ia menikahinya tanpa kerelaan si wanita, atau menghalanginya menikah dengan orang lain, atau menikahkannya kepada orang yang ia kehendaki demi kepentingan pribadi. Semua itu haram dan tidak dibenarkan dalam Islam. Islam datang untuk memuliakan wanita dan menjaga hak-hak mereka.
Allah juga melarang kalian mempersulit dan menyempitkan kehidupan istri-istri kalian yang kalian tidak sukai, dengan tujuan agar mereka terpaksa menebus diri dengan mengembalikan sebagian mahar atau harta yang telah kalian berikan kepada mereka. Tindakan aniaya seperti ini sangat dibenci Allah. Namun, ada satu pengecualian: jika istri melakukan perbuatan keji yang nyata seperti zina atau durhaka yang terang-terangan, maka suami berhak untuk menahan dan mempersempit ruang geraknya hingga ia bersedia menebus diri dengan mengembalikan sebagian mahar sebagai ganti atas keburukan yang ia lakukan.
Kemudian Allah memerintahkan kepada para suami: "Dan pergaulilah mereka (istri-istri kalian) dengan cara yang baik." Yakni, perlakukanlah mereka dengan penuh kasih sayang, tutur kata yang lembut, sikap yang santun, dan penuhilah hak-hak mereka sebagaimana engkau ingin mereka memperlakukanmu dengan baik pula. Kehidupan rumah tangga yang harmonis dibangun di atas saling menghormati dan mencintai.
Lalu Allah menutup ayat ini dengan sebuah pelajaran yang sangat dalam: "Jika kalian tidak menyukai mereka, maka bersabarlah. Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." Wahai para suami, jika ada kekurangan atau hal yang tidak kalian sukai dari istri kalian, janganlah terburu-buru membenci atau menceraikannya. Bersabarlah! Boleh jadi di balik ketidaksukaanmu itu, Allah menyimpan kebaikan yang melimpah, seperti lahirnya anak yang saleh dari rahimnya, atau tumbuhnya rasa cinta dan keharmonisan setelah melalui masa-masa sulit, atau keberkahan rezeki yang Allah limpahkan melalui kehadirannya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan kesabaran hamba-Nya.
Pesan Dakwah:
Ayat ini mengajarkan kita bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kehormatan wanita dan keadilan dalam rumah tangga. Seorang mukmin sejati tidak akan pernah menzalimi istrinya demi kepentingan dunia. Rumah tangga yang dibangun di atas keikhlasan, kesabaran, dan muamalah yang baik akan melahirkan ketenteraman dan keberkahan. Maka jadilah suami yang penyayang, dan jadilah istri yang taat dan menjaga kehormatan. Karena di balik setiap kesabaran, selalu ada kebaikan yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
📜 Ayat 17-21 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 19
Surat An-Nisa Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita…Surat Ayat 19/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








