Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ: mengganti istri dengan istri yang lain.
- قِنْطَارًا: harta yang sangat banyak, seperti emas yang melimpah.
- بُهْتَانًا: tuduhan palsu dan kebohongan yang keji terhadap istri.
- إِثْمًا مُبِينًا: dosa yang nyata dan jelas.
Tafsir:
Wahai para suami, jika kalian berkeinginan untuk menceraikan seorang istri dan menggantinya dengan istri yang lain, maka hal itu diperbolehkan dalam syariat Islam selama dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Akan tetapi, jika kalian telah memberikan mahar yang sangat banyak kepada istri yang akan kalian ceraikan itu—meskipun jumlahnya mencapai harta yang melimpah seperti gunung emas—maka sekali-kali tidak halal bagi kalian untuk mengambil kembali sedikit pun dari mahar tersebut.
Allah Ta'ala mengingkari perbuatan mengambil kembali mahar itu dengan pertanyaan yang tegas: "Apakah kalian akan mengambilnya dengan cara berbohong dan menuduh istri kalian dengan kebohongan yang keji, serta melakukan dosa yang sangat jelas?" Pertanyaan ini mengandung kecaman dan peringatan keras, karena mengambil kembali mahar yang telah diberikan kepada istri merupakan perbuatan zalim yang keji dan dosa yang nyata di sisi Allah.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya. Dia menetapkan syariat ini untuk menjaga kehormatan perempuan dan melindungi hak-hak mereka. Seorang suami yang ingin berpisah dari istrinya hendaknya melakukannya dengan cara yang mulia, tidak merampas hak istri yang telah menjadi miliknya, dan tidak mencari-cari alasan palsu untuk membenarkan perbuatan zalimnya.
Hikmah dan Nasihat:
Wahai saudaraku kaum muslimin, renungkanlah betapa indahnya ajaran Islam yang menjaga kehormatan dan hak-hak perempuan. Islam tidak pernah menyulitkan, tetapi justru memberikan kemudahan dan keadilan bagi semua pihak. Ketika seorang suami memberikan mahar kepada istrinya, maka mahar itu menjadi hak penuh sang istri. Mengambilnya kembali setelah bercerai adalah perbuatan yang sangat dibenci Allah, karena di dalamnya terkandung kezaliman, kebohongan, dan dosa yang nyata.
Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan istri-istri kalian. Janganlah harta dunia yang sedikit membuat kalian tergelincir ke dalam dosa yang besar. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Jadilah suami yang bertakwa, yang memperlakukan istrinya dengan penuh kehormatan dan kasih sayang, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya." (HR. Tirmidzi)
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang menjunjung tinggi keadilan, menjaga amanah, dan senantiasa berada dalam ridha-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 18-22 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 20
Surat An-Nisa Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain,…Surat Ayat 20/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








