Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Nuhītu (نُهِيتُ): Aku dilarang, yaitu larangan yang tegas dan pasti dari Allah.
- Tad'ūna (تَدْعُونَ): Kalian sembah atau kalian seru sebagai sesembahan.
- Al-Bayyināt (الْبَيِّنَاتُ): Bukti-bukti yang jelas, dalil-dalil yang nyata, dan mukjizat yang terang.
- Uslima (أُسْلِمَ): Aku berserah diri, tunduk, dan patuh sepenuhnya.
- Rabbil-'Ālamīn (رَبِّ الْعَالَمِينَ): Tuhan yang memelihara, mengatur, dan menguasai seluruh alam semesta beserta isinya.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sampaikanlah kepada kaum musyrik dengan tegas dan penuh keyakinan: "Sesungguhnya aku telah dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menyembah berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan palsu yang kalian seru dan sembah selain Allah. Larangan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan telah datang kepadaku bukti-bukti yang sangat jelas dan nyata dari Tuhanku — berupa wahyu, mukjizat, dan dalil-dalil akal yang menunjukkan kebatilan penyembahan kepada selain Allah. Setelah kebenaran itu terang benderang, mustahil bagiku untuk berpaling darinya.
Dan aku juga diperintahkan oleh Allah untuk berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, tunduk patuh kepada perintah-Nya, dan menerima segala ketetapan-Nya dengan hati yang tenang. Aku berserah diri kepada Rabb seluruh alam — Tuhan yang menciptakan, mengatur, dan memelihara segala sesuatu. Bukan kepada berhala yang tidak mampu memberi manfaat maupun mudarat, bukan pula kepada makhluk yang lemah dan butuh pertolongan.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip yang sangat agung: bahwa seorang mukmin haruslah teguh pendirian di atas kebenaran, tidak goyah oleh tekanan atau ejekan siapa pun. Ketika kebenaran telah jelas, maka tidak ada pilihan lain kecuali mengikutinya dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah semata.
Saudaraku, renungkanlah betapa indahnya ajaran ini! Islam mengajarkan kita untuk merdeka dari segala bentuk perbudakan kepada makhluk — baik berupa hawa nafsu, harta, jabatan, maupun sesembahan-sesembahan palsu. Hanya dengan berserah diri kepada Allah, hati kita menjadi tenang, hidup kita terarah, dan kita merasakan kemuliaan yang hakiki. Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup: kita hanya menyembah Allah, hanya memohon kepada-Nya, dan hanya berserah diri kepada-Nya. Karena Dialah satu-satunya Rabb yang layak disembah, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.
📜 Ayat 64-68 — Gafir
Terjemah — Gafir 66
Surat Gafir Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu…Surat Ayat 66/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








