Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qashashnā 'alaika: Kami ceritakan kepadamu (wahai Nabi Muhammad) kisah dan berita mereka.
- Lam Naqshush 'alaika: Kami tidak menceritakan kepadamu kisah mereka.
- Āyah: Mukjizat atau tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka minta.
- Amrullāh: Ketetapan dan perintah Allah, baik berupa azab maupun keputusan akhir.
- Al-Mubthilūn: Orang-orang yang mengerjakan kebatilan, yaitu mereka yang ingkar dan menentang kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sungguh Kami telah mengutus banyak rasul sebelum engkau kepada umat-umat mereka. Mereka semua membawa risalah yang sama, yaitu ajakan kepada tauhid dan kebenaran. Di antara para rasul itu, ada yang Kami ceritakan kisahnya kepadamu di dalam Al-Qur'an, seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa 'alaihimus salām. Dan ada pula yang tidak Kami ceritakan kisahnya kepadamu, karena hikmah dan pengetahuan Kami meliputi semuanya tanpa terkecuali.
Setiap rasul yang Kami utus adalah manusia biasa yang tunduk kepada perintah Allah. Mereka tidak memiliki kekuasaan untuk mendatangkan mukjizat atau tanda-tanda kebesaran Allah sesuka hati mereka, melainkan hanya atas izin dan kehendak Allah semata. Maka ketika orang-orang kafir menuntut para rasul untuk mendatangkan mukjizat tertentu sebagai syarat keimanan, sesungguhnya itu adalah bentuk kezaliman dan kesombongan mereka. Sebab mukjizat adalah hak prerogatif Allah, bukan kehendak para rasul.
Ketika datang ketetapan Allah untuk memberikan keputusan antara para rasul dan umat yang mendustakan mereka, maka Allah memutuskan dengan keadilan yang sempurna. Orang-orang yang beriman dan berjuang di jalan Allah akan diselamatkan, sementara orang-orang yang ingkar dan membangkang akan dibinasakan. Pada saat itulah tampak jelas kerugian besar yang dialami oleh orang-orang yang mengerjakan kebatilan. Mereka kehilangan segalanya—baik di dunia maupun di akhirat—karena mereka telah memilih jalan kesesatan dan menolak kebenaran yang telah datang kepada mereka.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bahwa perjuangan para rasul dan orang-orang beriman dalam menegakkan kebenaran tidak pernah sia-sia di sisi Allah. Meskipun mereka harus menghadapi cobaan, ejekan, dan penolakan dari kaumnya, Allah senantiasa bersama mereka dan akan memberikan kemenangan di waktu yang tepat.
Kisah para rasul yang Allah ceritakan dalam Al-Qur'an adalah sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita. Sedangkan kisah para rasul yang tidak diceritakan kepada kita mengajarkan bahwa ilmu Allah itu luas dan tak terbatas, dan kita tidak perlu mempertanyakan apa yang tidak Allah beritahukan kepada kita. Cukuplah Al-Qur'an menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat keyakinan bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti hancur. Janganlah kita termasuk golongan orang-orang yang meminta bukti-bukti tambahan padahal Al-Qur'an telah datang sebagai mukjizat terbesar yang abadi. Sungguh, berbahagialah orang-orang yang beriman dan beramal saleh, karena mereka akan mendapatkan kemenangan yang hakiki di sisi Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 76-80 — Gafir
Terjemah — Gafir 78
Surat Gafir Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu,…Surat Ayat 78/85 — Gafir غافر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Gafir Dengarkan, Gafir Terjemah, Gafir mp3, Gafir pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








