Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Basyarun mitslukum: Manusia biasa seperti kalian, bukan malaikat dan bukan jin.
- Yuha ilayya: Diwahyukan kepadaku (oleh Allah).
- Fastaqimu ilaih: Luruskanlah niat dan amal kalian menuju kepada-Nya, tetaplah di atas jalan yang mengarah kepada-Nya.
- Wailun: Celakalah, kecelakaan besar, atau azab yang berat.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada mereka yang menentang seruanmu: "Sesungguhnya aku ini hanyalah manusia biasa seperti kalian. Aku tidak memiliki kemampuan untuk mendatangkan mukjizat atas kehendakku sendiri, dan aku tidak mengetahui hal-hal gaib. Namun, Allah Yang Maha Kuasa telah memilihku dan menurunkan wahyu kepadaku. Wahyu itulah yang membedakanku dari kalian, dan tanpa wahyu itu aku tidak akan mampu menyeru kalian kepada kebaikan."
Isi wahyu yang disampaikan kepadaku adalah bahwa Tuhan kalian yang berhak disembah hanyalah satu, yaitu Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Tidak ada tuhan lain yang layak dipuja dan dipanjatkan doa selain Dia. Maka dari itu, luruskanlah jalan hidup kalian menuju kepada-Nya. Artinya, arahkan seluruh ibadah, ketaatan, dan ketundukan kalian hanya kepada Allah semata, jangan berpaling sedikit pun kepada selain-Nya. Dan mohonlah ampunan kepada-Nya atas segala dosa dan kesalahan yang telah kalian perbuat, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sungguh, celaka dan sengsara bagi orang-orang musyrik yang mempersekutukan Allah. Mereka menyembah berhala-berhala yang tidak mampu memberi manfaat maupun mudarat, mereka tidak menyucikan jiwa dengan mentauhidkan Rabb mereka, tidak ikhlas dalam beribadah, tidak mendirikan shalat, dan tidak menunaikan zakat. Mereka tidak beriman kepada hari kebangkitan, surga, dan neraka, serta tidak menafkahkan harta di jalan ketaatan kepada Allah. Maka bagi mereka azab yang pedih dan kerugian yang nyata.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah keteladanan agung dari Rasulullah ﷺ. Beliau adalah manusia biasa seperti kita, yang makan, minum, tidur, dan berjalan di pasar. Namun, keistimewaannya terletak pada wahyu yang diterimanya. Ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang mudah dan dekat dengan fitrah manusia. Kita tidak perlu perantara yang mustahil untuk mendekatkan diri kepada Allah, cukup dengan keikhlasan dan ketaatan.
Marilah kita renungkan: betapa indahnya ajaran ini! Allah memerintahkan kita untuk *istiqamah* (konsisten) di jalan-Nya dan senantiasa beristighfar. Dua kunci inilah yang akan membuka pintu kebahagiaan dunia dan akhirat. Jika kita ingin selamat dari kecelakaan yang disebutkan dalam ayat ini, maka jauhilah segala bentuk kesyirikan—baik yang nyata maupun yang tersembunyi seperti riya' dan ujub. Jadikanlah Allah satu-satunya tujuan, dan perbanyaklah istighfar agar dosa-dosa kita diampuni. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia menunggu taubat hamba-hamba-Nya dengan pintu ampunan yang selalu terbuka.
📜 Ayat 4-8 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 6
Surat Fussilat Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku…Surat Ayat 6/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








