Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ikhtilāf al-lail wa an-nahār: Pergantian antara malam dan siang secara silih berganti; yang satu datang dan yang lain pergi.
- Rizq: Di sini maksudnya adalah hujan, karena hujan merupakan sebab utama datangnya rezeki berupa tumbuhan dan makanan.
- Fa aḥyā bihil-arḍ: Maka Allah menghidupkan bumi dengan hujan tersebut, yaitu menumbuhkan tanaman setelah sebelumnya kering dan tandus.
- Taṣrīf ar-riyāḥ: Perubahan arah dan keadaan angin, kadang dari timur, kadang dari barat, kadang panas, kadang dingin, dan seterusnya.
Tafsir Ayat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan sejenak kebesaran Sang Pencipta yang tergambar dalam ayat yang mulia ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala kembali menyebutkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terbentang di hadapan mata kita setiap saat, namun sering kali kita lalai untuk merenungkannya.
Perhatikanlah pergantian malam dan siang yang silih berganti tanpa henti. Malam datang membawa kegelapan dan ketenangan, lalu siang menyusul dengan cahaya dan kesibukan. Semua berjalan dengan keteraturan yang sempurna, tidak pernah terlambat sedetik pun. Ini bukanlah kejadian kebetulan, melainkan bukti nyata bahwa alam semesta ini diatur oleh Zat Yang Maha Bijaksana.
Kemudian, lihatlah hujan yang Allah turunkan dari langit. Air yang turun dari awan itu adalah sumber kehidupan. Allah menyebutnya sebagai "rizq" (rezeki) karena dari hujan itulah tumbuh berbagai macam tanaman, buah-buahan, dan biji-bijian yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan. Subhanallah, bumi yang tadinya kering kerontang, gersang, dan seolah-olah mati, tiba-tiba hidup kembali setelah disiram oleh hujan. Tumbuhlah rerumputan hijau, pepohonan berbuah, dan sawah-sawah yang menghijau. Ini adalah gambaran nyata tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali manusia dari kubur pada hari kebangkitan kelak. Jika Allah mampu menghidupkan bumi yang mati dengan setetes air, maka sungguh Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan manusia yang telah menjadi tanah.
Selanjutnya, perhatikanlah pergantian arah angin. Kadang angin bertiup dari utara membawa kesejukan, kadang dari selatan membawa awan hujan, kadang dari timur dan barat. Angin juga berperan dalam penyerbukan tanaman dan menggerakkan perahu-perahu di lautan. Semua itu Allah atur dengan penuh perhitungan demi kemaslahatan makhluk-Nya.
Semua fenomena agung ini, wahai saudaraku, bukanlah sekadar peristiwa alam biasa. Allah menegaskan bahwa semuanya adalah "ayat-ayat" (tanda-tanda kebesaran) bagi kaum yang berakal. Yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir, merenung, dan kemudian sampai pada kesimpulan bahwa di balik semua keteraturan ini ada Sang Pencipta yang Maha Esa, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana.
Allah tidak menuntut kita untuk sekadar melihat, tetapi untuk berpikir dan merenung. Karena dengan berpikir, hati akan tersentuh, iman akan bertambah, dan keyakinan akan semakin kokoh. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang berakal dan senantiasa mengambil pelajaran dari setiap ciptaan Allah, sehingga kecintaan kita kepada-Nya semakin bertambah dan keimanan kita semakin teguh. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Al-Jasiyah
Terjemah — Al-Jasiyah 5
Surat Al-Jasiyah Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan…Surat Ayat 5/37 — Al-Jasiyah الجاثية (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Jasiyah Dengarkan, Al-Jasiyah Terjemah, Al-Jasiyah mp3, Al-Jasiyah pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








