Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عُثِرَ artinya diketahui atau terungkap. Asal kata ini berarti jatuh atau menemukan sesuatu.
- اسْتَحَقَّا إِثْمًا artinya keduanya telah melakukan perbuatan yang menyebabkan dosa, yaitu berkhianat dalam kesaksian atau sumpah.
- يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا artinya dua orang lain berdiri menggantikan posisi keduanya.
- اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ maksudnya dua orang yang paling berhak dari kalangan ahli waris/kerabat dekat orang yang meninggal.
- الْأَوْلَيَانِ adalah bentuk tasniyah (dual) dari *aulā* yang berarti lebih berhak.
- اعْتَدَيْنَا artinya melampaui batas atau berbuat zalim.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin, ayat yang mulia ini melanjutkan pembahasan tentang sumpah dalam persaksian wasiat, khususnya ketika ada dua saksi yang terbukti berbohong atau berkhianat. Apabila setelah proses penyumpahan pertama, terbukti dan terungkap bahwa kedua saksi tersebut telah berbuat dosa—baik karena berdusta dalam kesaksiannya maupun karena berkhianat terhadap amanah wasiat yang mereka saksikan—maka hendaklah dua orang lain dari kalangan kerabat terdekat orang yang meninggal (ahli waris yang paling berhak) maju menggantikan posisi mereka.
Kedua orang pengganti ini bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh: "Sungguh, kesaksian kami lebih benar dan lebih berhak diterima daripada kesaksian kedua saksi yang telah berkhianat itu. Dan kami tidak melampaui batas dalam perkataan dan sumpah kami ini." Mereka juga mengucapkan: "Sesungguhnya jika kami bersumpah dusta atau mengambil hak yang bukan hak kami, maka sungguh kami termasuk orang-orang yang zalim yang melampaui batas ketentuan Allah."
Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa Islam sangat menjaga keadilan dan kebenaran dalam segala urusan, termasuk dalam perkara wasiat dan persaksian. Syariat memberikan solusi yang tegas bagi siapa pun yang mencoba memanipulasi kebenaran, dengan memberikan hak kepada pihak yang dirugikan untuk membela kebenaran melalui sumpah yang tegas.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku seiman, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah membiarkan kezaliman terjadi tanpa ada jalan keluar. Ketika ada orang yang mencoba berbuat curang dalam persaksian, Allah memberikan mekanisme yang adil untuk mengungkap kebenaran. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan kejujuran.
Marilah kita renungkan, betapa besar perhatian Allah terhadap hak-hak hamba-Nya. Bahkan dalam urusan wasiat sekalipun—yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang—Allah memberikan aturan yang sangat rinci dan tegas. Ini semua demi menjaga harta, hak, dan kehormatan setiap muslim.
Oleh karena itu, jadilah hamba yang jujur dalam setiap perkataan dan kesaksian. Hindarilah dusta dan khianat, karena Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Ingatlah bahwa kejujuran adalah jalan menuju kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan seseorang ke surga. Sebaliknya, kedustaan dan pengkhianatan adalah jalan menuju kebinasaan di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa menegakkan kebenaran dan menjauhi segala bentuk kezaliman. Aamiin.
📜 Ayat 105-109 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 107
Surat Al-Maidah Ayat 107 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) membuat dosa, maka dua…Surat Ayat 107/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 105–109. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








