Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Huzuwan (هُزُوًا): ejekan, olok-olok, atau bahan tertawaan.
- La'iban (لَعِبًا): permainan, senda gurau, atau sesuatu yang dianggap tidak serius.
- Awliyaa (أَوْلِيَاءَ): teman setia, pelindung, atau pemimpin yang dijadikan sandaran.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Janganlah sekali-kali kalian menjadikan orang-orang yang memperolok-olok dan mempermainkan agama kalian sebagai teman setia, pelindung, atau pemimpin yang kalian sandarkan urusan kalian. Mereka itu terdiri dari dua golongan: pertama, Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) yang telah diberi kitab suci sebelum kalian, namun mereka justru mengolok-olok ajaran yang benar; kedua, orang-orang kafir musyrik yang menentang kebenaran.
Ayat ini turun berkaitan dengan sekelompok orang munafik yang menampakkan keislaman namun menyembunyikan kekufuran, seperti Rifa'ah bin Zaid dan Suwaid bin al-Harits. Mereka bersahabat akrab dengan sebagian kaum muslimin, padahal di balik itu mereka mengejek dan mempermainkan agama Islam. Allah melarang kaum mukminin untuk menjadikan mereka sebagai teman setia, karena persahabatan dengan mereka akan membahayakan iman dan membuka peluang bagi musuh untuk merusak agama.
Allah kemudian menutup ayat ini dengan perintah bertakwa: "Dan bertakwalah kepada Allah jika kalian benar-benar orang beriman." Artinya, jika keimanan kalian itu sungguh-sungguh dan bukan sekadar pengakuan di lisan, maka konsekuensinya adalah menjauhi segala larangan Allah, termasuk larangan menjadikan para pengejek agama sebagai pemimpin dan teman setia. Iman yang sejati pasti akan mendorong pemiliknya untuk menjaga kesucian agamanya dan tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang merendahkan syariat Allah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip kemuliaan: jangan pernah merendahkan agama kita sendiri dengan bergaul erat bersama orang-orang yang menghina Islam. Agama ini adalah kemuliaan kita, cahaya hidup kita, dan jalan menuju surga. Bagaimana mungkin kita menjadikan teman setia orang-orang yang menjadikan agama kita sebagai bahan ejekan dan permainan?
Ketahuilah bahwa orang yang benar-benar beriman akan merasakan keagungan Islam di dalam hatinya. Ia tidak akan rela agamanya dihinakan, dan ia pun tidak akan mendekati orang-orang yang merendahkan syariat Allah. Justru dengan menjauhi mereka, kita sedang menjaga kehormatan diri kita dan kehormatan agama kita. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang memiliki ghirah (kecemburuan) terhadap agama-Nya.
Maka periksalah hati kita masing-masing: siapakah yang paling dekat dengan kita? Apakah kita lebih dekat dengan orang-orang yang mengingatkan kita kepada Allah, atau justru dengan mereka yang menertawakan ajaran-Nya? Pilihan ini menentukan kualitas iman kita. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan teguh memegang agama-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 55-59 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 57
Surat Al-Maidah Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang…Surat Ayat 57/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








