Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Qubulan (قُبُلًا): Bentuk jamak dari *qabil*, artinya kelompok demi kelompok atau secara langsung berhadapan dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri.
- Hasyarna (حَشَرْنَا): Mengumpulkan dan menghadirkan semuanya.
- Yajhalun (يَجْهَلُونَ): Tidak mengetahui hakikat sebenarnya.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, andai saja Kami kabulkan permintaan orang-orang kafir yang terus-menerus menantangmu dengan meminta mukjizat-mukjizat tertentu, lalu Kami turunkan malaikat dari langit sehingga mereka melihatnya secara langsung, dan Kami hidupkan orang-orang mati sehingga mereka berbicara dan bersaksi tentang kebenaranmu, dan Kami kumpulkan di hadapan mereka segala sesuatu yang mereka minta agar mereka menyaksikannya dengan mata kepala sendiri secara langsung dan berkelompok—maka sekali pun semua itu terjadi, mereka tetap tidak akan beriman kepada apa yang engkau bawa. Mereka tidak akan tunduk dan patuh, kecuali orang-orang yang telah Allah kehendaki mendapatkan hidayah dan petunjuk-Nya.
Namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui hakikat ini. Mereka mengira bahwa jika saja mukjizat-mukjizat besar itu turun, mereka pasti akan beriman. Padahal sebenarnya hati mereka telah tertutup rapat oleh kesombongan dan keangkuhan. Mereka tidak akan beriman meskipun segala bukti dan tanda-tanda kebenaran diperlihatkan kepada mereka, karena keimanan itu bukanlah sekadar melihat hal-hal yang luar biasa, melainkan hidayah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat penting: bahwa hidayah itu sepenuhnya milik Allah. Sebesar apa pun usaha kita untuk meyakinkan orang lain, jika Allah belum menghendaki kebaikan baginya, maka tidak akan ada yang mampu memberinya petunjuk. Ini bukan berarti kita berputus asa dari rahmat Allah, justru sebaliknya—kita diajak untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah agar membukakan hati orang-orang yang kita cintai untuk menerima kebenaran.
Ketahuilah bahwa keimanan adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Maka bersyukurlah atas nikmat iman yang ada dalam hatimu, dan perbanyaklah doa untuk kebaikan orang lain. Jangan pernah lelah berdakwah dan mengajak kepada kebaikan, karena tugas kita hanyalah menyampaikan dengan cara yang terbaik, sementara Allah-lah yang membolak-balikkan hati. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 109-113 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 111
Surat Al-An'am Ayat 111 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang…Surat Ayat 111/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 109–113. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








