Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Maitan (مَيْتًا): mati secara rohani, yaitu mati hatinya karena kekufuran dan kebodohan.
- Ahyainahu (أَحْيَيْنَاهُ): Kami hidupkan, yaitu dengan memberikan petunjuk iman dan ilmu.
- Nuran (نُورًا): cahaya, yaitu cahaya iman dan hidayah yang menerangi jalan hidupnya.
- Az-Zhulumat (الظُّلُمَاتِ): kegelapan-kegelapan, yaitu kegelapan kekufuran, kebodohan, dan kemaksiatan yang berlapis-lapis.
Tafsir Lengkap:
Sungguh suatu perumpamaan yang sangat dalam dan indah! Allah ﷻ bertanya kepada kita dengan pertanyaan retoris yang menggugah hati: *"Apakah orang yang tadinya mati, lalu Kami hidupkan, dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang benderang sehingga ia dapat berjalan di tengah-tengah manusia dengan penuh keyakinan dan petunjuk..."*
Coba bayangkan, wahai saudaraku! Ada dua orang yang berjalan di dunia ini. Yang pertama, dulunya ia tenggelam dalam lautan kegelapan — hatinya mati, tidak mengenal Tuhannya, tidak tahu tujuan hidupnya, tersesat dalam kebodohan dan hawa nafsu. Ia seperti mayat yang berjalan, tidak ada kehidupan dalam jiwanya. Tetapi kemudian, Allah ﷻ dengan rahmat-Nya yang Mahaluas menghidupkan hatinya dengan cahaya iman. Ia menjadi manusia baru! Matanya terbuka, hatinya bersinar, langkahnya mantap, dan ia bisa membedakan mana yang hak dan mana yang batil. Ia berjalan di antara manusia dengan membawa cahaya yang menerangi jalan hidupnya.
Sekarang bandingkan dengan orang kedua! Ia terperangkap dalam kegelapan yang berlapis-lapis — kegelapan syirik, kegelapan maksiat, kegelapan keangkuhan, dan kegelapan kebodohan. Ia tidak bisa keluar dari kegelapan itu. Setiap kali mencoba mencari jalan keluar, semakin bingunglah ia. Jalan-jalan tampak samar, arah pun tak menentu. Ia hidup dalam kebingungan dan kesesatan yang terus-menerus.
Mampukah kedua orang ini disamakan? Tentu tidak! Sungguh jauh perbedaannya, bagaikan langit dan bumi!
Allah ﷻ kemudian menutup ayat ini dengan menjelaskan rahasia mengapa orang-orang kafir itu terus bertahan dalam kesesatan mereka: *"Demikianlah Kami jadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan."* Ya, karena mereka telah memilih kegelapan, maka Allah ﷻ membiarkan mereka melihat perbuatan buruk mereka sebagai sesuatu yang baik. Mereka bangga dengan kesyirikan, merasa hebat dengan perbuatan maksiat, dan menganggap remeh peringatan para rasul. Inilah bentuk keadilan Allah — sebagai balasan atas pilihan mereka sendiri.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah! Renungkanlah ayat ini baik-baik. Setiap dari kita bisa memilih: menjadi orang yang berjalan dengan cahaya iman yang menerangi setiap langkah, atau menjadi orang yang terperangkap dalam kegelapan yang tak berujung. Pintu hidayah selalu terbuka selama kita masih bernafas. Jangan biarkan hatimu mati dalam kegelapan! Bangkitlah, carilah cahaya iman itu melalui Al-Qur'an dan sunnah, niscaya Allah akan menghidupkan hatimu dan memberimu cahaya yang akan menuntunmu menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berjalan dengan cahaya iman dan mendapatkan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 120-124 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 122
Surat Al-An'am Ayat 122 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan…Surat Ayat 122/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 120–124. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








