Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- UsWah (أُسْوَةٌ): Teladan atau contoh yang baik untuk diikuti.
- Yarjū (يَرْجُو): Mengharap, mengharapkan rahmat dan kebaikan.
- Yatawalla (يَتَوَلَّ): Berpaling, berpaling dari petunjuk dan ketaatan.
- Al-Ghaniyy (الْغَنِيُّ): Maha Kaya, tidak membutuhkan sesuatu pun dari makhluk-Nya.
- Al-Hamīd (الْحَمِيدُ): Maha Terpuji, yang memiliki segala sifat kesempurnaan dan terpuji dalam segala keadaan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, sungguh telah terbentang di hadapan kalian teladan yang sangat indah dan agung pada diri Nabi Ibrahim 'alaihissalam beserta orang-orang yang beriman bersamanya. Mereka adalah panutan terbaik dalam hal berlepas diri dari kemusyrikan dan memusuhi musuh-musuh Allah. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan kaumnya, tidak berkompromi dalam masalah akidah, dan tetap teguh di atas kebenaran meskipun harus berpisah dengan keluarga dan kerabat.
Namun perlu digarisbawahi, teladan yang mulia ini hanya akan bermanfaat dan menjadi cahaya bagi mereka yang benar-benar mengharap rahmat Allah dan takut akan azab di hari akhirat. Orang yang hatinya hidup, yang yakin akan pertemuan dengan Tuhannya, dan yang merindukan surga-Nya, maka ia akan menjadikan kisah Nabi Ibrahim sebagai pelajaran berharga dalam hidupnya. Ia akan berani berkata "tidak" kepada kebatilan, berani berpisah dari lingkungan yang penuh kemaksiatan, dan berani memilih jalan Allah meskipun harus berkorban.
Adapun orang yang berpaling dari teladan mulia ini, yang lebih memilih loyalitas kepada orang-orang kafir dan enggan mengikuti jejak para nabi, maka ia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh alam, tidak membutuhkan ketaatan hamba-hamba-Nya. Dan Dia Maha Terpuji dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya, baik hamba taat maupun bermaksiat, kesempurnaan dan keagungan-Nya tidak berkurang sedikit pun. Kekufuran orang kafir dan kemunafikan orang munafik sama sekali tidak mengurangi keagungan-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip hidup yang sangat penting: jadikanlah para nabi dan orang-orang saleh sebagai teladan dalam setiap langkah kehidupan. Di tengah arus zaman yang semakin deras dengan berbagai godaan dan tantangan, kita membutuhkan kompas iman yang kokoh. Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan kita keberanian untuk membela kebenaran, keteguhan dalam menghadapi cobaan, dan keikhlasan dalam berkorban demi agama Allah.
Ketika kita menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai pedoman, maka hidup kita akan terarah dan tenang. Kita tidak akan mudah goyah oleh bujukan dunia yang sementara. Ingatlah, Allah tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang sangat membutuhkan Allah. Maka marilah kita perbaiki niat, perkuat iman, dan jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas kebenaran dan mendapatkan husnul khatimah. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-Mumtahanah
Terjemah — Al-Mumtahanah 6
Surat Al-Mumtahanah Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang…Surat Ayat 6/13 — Al-Mumtahanah الممتحنة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mumtahanah Dengarkan, Al-Mumtahanah Terjemah, Al-Mumtahanah mp3, Al-Mumtahanah pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








