Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- FITNAH: Dalam ayat ini bermakna ujian atau cobaan yang menjadi sebab kesesatan, baik bagi orang-orang kafir maupun bagi kaum mukminin.
- AL-AZIZ: Yang Maha Perkasa, tidak ada yang dapat mengalahkan-Nya.
- AL-HAKIM: Yang Maha Bijaksana dalam segala perkataan, perbuatan, ciptaan, dan ketetapan-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sebagai sasaran ujian dan cobaan bagi orang-orang yang kafir. Maksudnya, janganlah Engkau menimpakan azab atau musibah kepada kami, dan janganlah Engkau memberikan kemenangan kepada orang-orang kafir atas diri kami, sehingga mereka berkata, "Seandainya mereka (kaum muslimin) berada di atas kebenaran, tentulah mereka tidak akan ditimpa bencana seperti ini." Dengan demikian, mereka semakin bertambah kekafiran dan kesesatan mereka. Atau janganlah Engkau biarkan mereka menguasai kami sehingga mereka memfitnah kami dan memalingkan kami dari agama kami.
Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, tutupilah kesalahan-kesalahan kami dengan ampunan-Mu, dan janganlah Engkau menghukum kami karena kelalaian kami. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa yang tidak terkalahkan, dan Maha Bijaksana dalam segala ketetapan, ciptaan, dan syariat-Mu.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita sebuah doa yang sarat makna dan penuh kelembutan. Seorang mukmin yang sejati tidak hanya memohon kebaikan untuk dirinya sendiri, tetapi juga khawatir jika keadaannya menjadi sebab bertambahnya kekufuran orang-orang kafir. Inilah puncak keikhlasan dan kasih sayang seorang hamba kepada agamanya.
Perhatikanlah bagaimana para nabi dan orang-orang saleh terdahulu — seperti Nabi Ibrahim dan orang-orang beriman bersamanya — mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari menjadi sebab kesesatan orang lain. Mereka tidak hanya memohon keselamatan diri, tetapi juga memohon agar keadaan mereka tidak menjadi penghalang orang lain untuk masuk ke dalam hidayah.
Doa ini juga mengandung permohonan ampunan yang tulus. Seorang hamba yang menyadari kelemahan dan kekurangannya akan selalu kembali kepada Allah dengan penuh harap. Ia mengakui bahwa dirinya tidak lepas dari dosa dan kesalahan, maka ia memohon ampunan dari Rabb yang Maha Pengampun.
Sungguh indahnya Islam yang mengajarkan umatnya untuk senantiasa berdoa dengan penuh harap dan cemas — harap akan rahmat Allah dan cemas akan murka-Nya. Mari kita jadikan doa ini sebagai bagian dari amalan kita sehari-hari, agar Allah menjaga kita dari segala fitnah, mengampuni dosa-dosa kita, dan meneguhkan kita di atas jalan kebenaran hingga akhir hayat. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dicintai dan dijauhkan dari segala keburukan. Aamiin.
📜 Ayat 3-7 — Al-Mumtahanah
Terjemah — Al-Mumtahanah 5
Surat Al-Mumtahanah Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi…Surat Ayat 5/13 — Al-Mumtahanah الممتحنة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mumtahanah Dengarkan, Al-Mumtahanah Terjemah, Al-Mumtahanah mp3, Al-Mumtahanah pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








