Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَبَدَّلَ : Mengganti atau mengubah.
- قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ : Ucapan yang berbeda dari apa yang diperintahkan kepada mereka.
- رِجْزًا : Azab atau siksa yang berat dan membinasakan.
Tafsir:
Setelah Bani Israil diperintahkan untuk memasuki kota Baitul Maqdis dengan merendahkan diri, tunduk kepada Allah, dan mengucapkan kalimat istighfar yaitu *"Hiththah"* (artinya: ampunilah dosa-dosa kami), mereka justru membangkang dan menukar perintah tersebut dengan perkataan yang penuh ejekan dan olok-olok. Mereka berkata dengan nada merendahkan, *"Habbah fi sya'rah"* (artinya: biji gandum di dalam rambut), sebagai bentuk penghinaan terhadap perintah Allah. Bukan hanya itu, mereka juga mengubah cara masuk yang diperintahkan, yaitu dengan merendahkan diri dan khusyuk, menjadi masuk dengan berjalan merangkak di atas pantat mereka sambil menoleh ke belakang.
Karena kezaliman dan pembangkangan mereka yang terus-menerus, Allah Subhanahu wa Ta'ala menimpakan kepada mereka azab yang sangat pedih dari langit, yaitu wabah penyakit tha'un yang membinasakan banyak dari mereka. Ini adalah konsekuensi langsung dari perbuatan zalim mereka sendiri, karena sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Betapa bahayanya sikap meremehkan perintah Allah dan bermain-main dengan syariat-Nya. Bani Israil diberikan perintah yang begitu mudah—cukup mengucapkan istighfar dan masuk dengan rendah hati—namun mereka memilih untuk mengejek dan membangkang. Akibatnya, azab yang dahsyat pun turun menimpa mereka.
Renungkanlah, betapa Allah Maha Pemurah dengan memberikan kemudahan dalam setiap perintah-Nya. Namun, janganlah kita termasuk golongan yang mengganti perintah Allah dengan hawa nafsu dan keinginan sendiri. Setiap kali kita membaca Al-Qur'an dan menemukan perintah Allah, hendaknya kita segera menaatinya dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati, bukan malah mencari alasan untuk menghindar atau meremehkannya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Allah tidak membutuhkan ketaatan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan rahmat dan ampunan-Nya. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang zalim terhadap diri sendiri dengan melanggar perintah-Nya, sehingga kita kehilangan keberkahan dan dilanda berbagai musibah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang taat, rendah hati, dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 160-164 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 162
Surat Al-A'raf Ayat 162 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan…Surat Ayat 162/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 160–164. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








