Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- حَاضِرَةَ الْبَحْرِ: Berada di tepi laut/pantai.
- يَعْدُونَ: Melanggar/melampaui batas (yakni berbuat zalim dengan berburu ikan).
- شُرَّعًا: Muncul di permukaan air dengan banyak (ikan-ikan yang tampak jelas di atas air).
- لَا يَسْبِتُونَ: Hari-hari selain Sabtu (hari yang tidak mereka agungkan sebagai hari Sabtu).
- نَبْلُوهُمْ: Kami menguji/mencobai mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, tanyakanlah kepada kaum Yahudi yang hidup di masamu tentang kisah penduduk sebuah desa yang terletak di tepi laut, yaitu desa Ailah. Tanyakan kepada mereka sebagai bentuk teguran dan peringatan, agar mereka mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwa azab-Nya sangat pedih bagi orang-orang yang melanggar perintah-Nya.
Penduduk desa itu telah melanggar larangan Allah pada hari Sabtu. Mereka diperintahkan untuk mengagungkan hari Sabtu dan tidak berburu ikan pada hari tersebut. Namun Allah menguji mereka dengan menjadikan ikan-ikan muncul berlimpah di permukaan air pada hari Sabtu, sehingga mudah sekali ditangkap. Akan tetapi pada hari-hari lainnya, ikan-ikan itu sama sekali tidak datang kepada mereka. Ini adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji ketaatan mereka.
Mereka pun melakukan tipu daya yang keji: mereka membuat jaring dan lubang-lubang di tepi pantai sebelum hari Sabtu, lalu ketika hari Sabtu tiba ikan-ikan itu masuk ke dalam perangkap tersebut. Setelah hari Sabtu berlalu, barulah mereka mengambil ikan-ikan itu. Dengan demikian, mereka melanggar larangan Allah dengan cara yang licik, padahal Allah Maha Mengetahui apa yang mereka rahasia dan mereka perlihatkan.
Allah menjelaskan bahwa ujian dan cobaan yang menimpa mereka itu adalah akibat dari kefasikan mereka sendiri, yaitu keluarnya mereka dari ketaatan kepada Allah dan terus-menerus berbuat dosa. Seandainya mereka bertakwa dan patuh, niscaya Allah tidak akan menguji mereka dengan ujian yang berat seperti itu.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita semua. Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai cara untuk mengetahui siapa yang benar-benar taat dan siapa yang hanya berpura-pura. Ketika seseorang terus-menerus berbuat maksiat dan mencari-cari alasan untuk menghalalkan yang haram, maka Allah akan menimpakan ujian yang semakin berat.
Perhatikanlah bagaimana mereka mencoba "menipu" Allah dengan tipu daya yang licik, padahal Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala isi hati. Mereka mengira dengan cara itu mereka selamat dari azab, namun justru azab Allah datang dengan cara yang tidak mereka duga.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Janganlah kita mencari-cari celah untuk melanggar perintah Allah, karena sesungguhnya Allah tidak pernah lengah terhadap perbuatan hamba-Nya. Ketaatan yang tulus dan kejujuran dalam beragama adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat. Allah mencintai hamba-Nya yang istiqamah di atas kebenaran, bukan yang pandai berkelit mencari alasan untuk berbuat dosa.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat munafik dan licik dalam beragama, dan menjadikan kita hamba-hamba yang taat, jujur, dan ikhlas dalam menjalankan segala perintah-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 161-165 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 163
Surat Al-A'raf Ayat 163 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di…Surat Ayat 163/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 161–165. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








