Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Basyran (بُشْرًا): Pembawa kabar gembira, yaitu angin yang membawa kabar akan turunnya hujan.
- Aqallat (أَقَلَّتْ): Mengangkat dan membawa.
- Siqalan (ثِقَالًا): Berat, karena sarat dengan kandungan air.
- Baladin mayyit (بَلَدٍ مَّيِّتٍ): Negeri yang kering, tandus, dan tidak ada tumbuhan.
- Tadzakkarun (تَذَكَّرُونَ): Mengambil pelajaran dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memperkenalkan diri-Nya kepada hamba-hamba-Nya melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terbentang di alam semesta. Dialah satu-satunya yang mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembira, yaitu angin yang lembut dan membawa awan yang sarat dengan air hujan. Angin itu datang di hadapan rahmat-Nya, yakni sebelum hujan turun, sebagai pemberitahuan bahwa rahmat Allah akan segera tercurah.
Ketika angin itu telah mengangkat dan membawa awan yang tebal dan berat karena penuh dengan air, maka Allah yang Maha Kuasa menggiring awan tersebut menuju negeri yang kering dan tandus, yang telah mati tanahnya dan tidak ada kehidupan di dalamnya. Lalu Allah menurunkan hujan dari langit ke bumi yang mati itu, maka dengan air hujan tersebut Allah menumbuhkan segala macam buah-buahan, tanaman, dan pepohonan yang beraneka ragam jenis dan rasanya. Negeri yang tadinya gersang berubah menjadi hijau subur, penuh dengan kehidupan dan keberkahan.
Perhatikanlah wahai manusia! Bagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati dengan air hujan. Sungguh, cara yang sama akan Allah lakukan pada hari kiamat nanti, yaitu mengeluarkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup kembali. Allah yang mampu menghidupkan bumi yang tandus pasti mampu menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur. Maka dari itu, renungkanlah dan ambillah pelajaran dari peristiwa ini, agar kalian menyadari keagungan Allah dan meyakini bahwa hari kebangkitan itu benar-benar akan terjadi.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana alam semesta ini berbicara tentang kebesaran Penciptanya. Setiap tetes hujan yang turun, setiap daun yang tumbuh, setiap buah yang ranum adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika Allah mampu menghidupkan bumi yang mati dengan setetes air, maka sungguh sangat mudah bagi-Nya untuk menghidupkan kita kembali dari kubur.
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa merenung dan bersyukur. Setiap kali kita melihat hujan turun dan bumi menjadi subur, ingatlah bahwa itu adalah janji Allah akan kebangkitan. Jangan biarkan hati kita lalai dan terlena, tetapi jadikanlah setiap fenomena alam sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah. Sungguh, orang yang beriman melihat alam semesta sebagai kitab terbuka yang penuh dengan ayat-ayat kebesaran Allah. Maka, mari kita perbanyak tadabbur dan syukur, agar hati kita senantiasa hidup dan terhubung dengan Sang Pencipta.
📜 Ayat 55-59 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 57
Surat Al-A'raf Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum…Surat Ayat 57/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








