Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ṡamūd: Nama sebuah kaum yang tinggal di daerah al-Ḥijr, antara Madinah dan Syam. Mereka adalah keturunan Nabi Nuh 'alaihissalam yang terkenal dengan kemahiran memahat gunung menjadi rumah.
- Bayyinah: Bukti yang jelas dan nyata, mukjizat yang menunjukkan kebenaran seorang nabi.
- Nāqatullah: Unta betina milik Allah yang dijadikan mukjizat, dinisbahkan kepada Allah untuk memuliakan dan menunjukkan bahwa ia adalah makhluk istimewa ciptaan-Nya.
- Āyah: Tanda atau bukti kekuasaan Allah yang menunjukkan kebenaran risalah.
- Bi sū': Dengan keburukan, seperti menyakiti, melukai, atau menyembelihnya.
- ‘Adzāb alīm: Siksa yang sangat menyakitkan dan pedih.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, mari kita renungkan bersama kisah agung yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Nabi Shalih 'alaihissalam kepada kaum Tsamud, yaitu saudara mereka sendiri dari segi keturunan, bukan dari segi agama. Beliau diutus ketika mereka tenggelam dalam kesesatan menyembah berhala-berhala yang tidak memberi manfaat maupun mudarat.
Nabi Shalih 'alaihissalam berdiri di tengah-tengah mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, menyeru: *"Wahai kaumku, sembahlah Allah semata!"* Beliau mengajak mereka kepada tauhid, mengesakan Allah dalam ibadah, karena tidak ada satu pun yang berhak disembah selain Dia. Ini adalah inti dakwah seluruh nabi dan rasul sejak dahulu hingga akhir zaman.
Kemudian untuk membuktikan kebenaran dakwahnya, Nabi Shalih 'alaihissalam mendatangkan mukjizat yang sangat menakjubkan. Beliau berkata: *"Telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini adalah unta betina milik Allah sebagai tanda bagimu."* Unta yang agung ini keluar dari batu besar yang keras, sebagai jawaban atas tantangan kaumnya. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Nabi Shalih 'alaihissalam kemudian berpesan dengan penuh kelembutan: *"Biarkanlah ia makan di bumi Allah."* Artinya, janganlah kalian menghalanginya, jangan menyakitinya, dan jangan pula mengganggunya. Ia bukan beban bagi kalian, karena Allah yang memberinya rezeki. Dan beliau memperingatkan dengan tegas: *"Janganlah kamu sentuh ia dengan sesuatu yang buruk, maka kamu akan ditimpa azab yang sangat pedih."*
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Ketika Allah mengutus seorang rasul dengan mukjizat yang nyata, maka kewajiban manusia adalah beriman dan bersyukur, bukan malah mendustakan dan menentang. Allah Maha Pemurah memberikan kesempatan dan peringatan sebelum datangnya azab, agar hamba-hamba-Nya kembali ke jalan yang benar.
Saudaraku, kisah ini mengajarkan kita bahwa setiap umat yang mendustakan rasulnya akan mendapatkan akibat yang sangat buruk. Maka marilah kita senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang telah Allah karuniakan kepada kita, dan menjauhi segala bentuk kesombongan dan keingkaran yang dapat mengundang murka Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang taat dan istiqamah di atas kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 71-75 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 73
Surat Al-A'raf Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh.…Surat Ayat 73/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








