Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Arka'u: Artinya shalatlah, karena ruku' merupakan bagian dari shalat. Maka perintah ruku' berarti perintah untuk melaksanakan shalat secara keseluruhan.
- Lā yarka'ūn: Mereka tidak mau shalat, tidak mau tunduk dan patuh kepada perintah Allah.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan keadaan orang-orang musyrik yang mendustakan kebenaran. Apabila mereka diseru dan diperintahkan untuk mengerjakan shalat—yang di dalamnya terdapat ruku' sebagai salah satu rukunnya—mereka enggan dan menolak dengan sikap sombong. Mereka tidak mau tunduk kepada Allah, tidak mau merendahkan diri di hadapan-Nya, dan tidak mau melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan.
Sungguh, ini adalah gambaran yang sangat menyedihkan. Padahal shalat adalah tiang agama, amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, dan penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Shalat mengajarkan keikhlasan, ketundukan, dan kedisiplinan. Namun mereka yang hatinya telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan, enggan untuk tunduk kepada kebenaran. Mereka lebih memilih mengikuti hawa nafsu dan kesesatan daripada menerima petunjuk Allah.
Sikap mereka ini menunjukkan betapa jauhnya mereka dari rahmat Allah. Padahal seandainya mereka mau merendahkan diri dan tunduk kepada Allah, niscaya mereka akan merasakan ketenangan hati dan kedamaian jiwa yang tiada tara. Shalat adalah sarana untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan ayat ini dengan penuh keinsafan. Betapa beruntungnya kita yang telah diberi hidayah untuk melaksanakan shalat, sedang banyak manusia yang enggan dan sombong untuk tunduk kepada Allah. Janganlah kita termasuk golongan yang apabila diperintahkan untuk beribadah, mereka berpaling dan enggan.
Marilah kita jadikan shalat sebagai kebutuhan jiwa, bukan sekadar kewajiban yang memberatkan. Shalat adalah saat-saat terindah untuk berdialog dengan Allah, mencurahkan segala keluh kesah, dan memohon ampunan-Nya. Dengan shalat, hati menjadi tenang, hidup menjadi terarah, dan kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya.
Jangan sampai kita meniru sikap orang-orang yang sombong itu. Karena kesombongan adalah penghalang terbesar untuk menerima kebenaran. Sebaliknya, marilah kita senantiasa merendahkan diri di hadapan Allah, karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang tawadhu' dan taat kepada perintah-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga shalat dan istiqamah di atas jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 46-50 — Al-Mursalat
Terjemah — Al-Mursalat 48
Surat Al-Mursalat Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Rukuklah, niscaya mereka tidak mau…Surat Ayat 48/50 — Al-Mursalat المرسلات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mursalat Dengarkan, Al-Mursalat Terjemah, Al-Mursalat mp3, Al-Mursalat pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








