Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَتَوَفَّى : Mencabut nyawa/mengambil ruh.
- أَدْبَارَهُمْ : Punggung mereka (bagian belakang tubuh).
- الْحَرِيقِ : Api yang membakar dengan sangat panas (kobaran api yang menyengat).
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sekiranya engkau dapat menyaksikan dengan mata kepalamu sendiri pemandangan yang mengerikan ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kufur kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya engkau akan melihat peristiwa yang sangat dahsyat dan menggetarkan jiwa. Saat itu, dengan penuh kekerasan dan kehormatan, para malaikat memukul wajah-wajah mereka ketika mereka menghadap, dan memukul punggung-punggung mereka ketika mereka berusaha melarikan diri. Tidak ada jalan baginya untuk menghindar atau melawan. Pada saat yang sama, para malaikat berkata kepada mereka dengan nada yang menghinakan: "Rasakanlah oleh kalian azab yang membakar dan menyiksa ini!" Azab yang mereka rasakan saat sakaratul maut ini hanyalah permulaan dari azab yang jauh lebih pedih, yaitu azab api neraka yang kekal.
Peristiwa ini memang terjadi pada saat Perang Badar, di mana sebagian kaum musyrik Quraisy dibunuh dan kemudian disiksa oleh para malaikat ketika mencabut nyawa mereka. Namun, pelajaran dari ayat ini bersifat umum dan abadi, berlaku bagi setiap orang kafir yang mati dalam keadaan ingkar kepada Allah, di setiap zaman dan tempat.
Sungguh, betapa ruginya mereka yang menjadikan kemaksiatan dan kekufuran sebagai jalan hidupnya. Mereka mengejar kesenangan dunia yang fana, namun berakhir dengan penyesalan yang tiada berguna. Padahal, di hadapan mereka telah terbentang jalan petunjuk yang terang benderang, dan rahmat Allah yang Maha Luas senantiasa terbuka bagi siapa saja yang mau kembali dan bertobat.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya iman dan ketakwaan kepada Allah. Kematian adalah kepastian yang akan dihadapi setiap jiwa, namun bagaimana cara kita menghadapinya sangat bergantung pada amal kita selama hidup di dunia. Orang-orang beriman akan disambut oleh para malaikat dengan penuh kasih sayang dan kabar gembira, sementara orang-orang kafir akan disambut dengan azab yang menghinakan.
Maka, marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan yang berharga. Janganlah kita menunda-nunda untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Perbanyaklah istighfar, perbaikilah hubungan dengan sesama, dan jauhilah segala larangan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, pintu tobat-Nya senantiasa terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang lurus. Jangan sampai kita termasuk golongan yang menyesal di akhirat kelak, ketika penyesalan itu sudah tidak lagi berguna. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang diridai-Nya.
📜 Ayat 48-52 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 50
Surat Ayat 50/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








