Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا — tidak akan mengubah atau mencabut.
- نِعْمَةً — nikmat (kenikmatan yang diberikan Allah).
- حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ — sampai mereka sendiri mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.
- سَمِيعٌ عَلِيمٌ — Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menjelaskan sebuah sunnatullah (ketetapan Allah) yang berlaku di alam semesta, yaitu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan mencabut nikmat yang telah Dia karuniakan kepada suatu kaum, selama mereka sendiri tidak mengubah keadaan diri mereka dari kebaikan menuju keburukan. Nikmat Allah itu begitu agung dan mulia, dan Dia tidak akan menariknya secara zalim, tetapi apabila suatu kaum mengubah keimanan menjadi kekufuran, ketaatan menjadi kemaksiatan, dan syukur menjadi kufur nikmat, maka saat itulah Allah akan mengganti nikmat tersebut dengan azab dan kebinasaan.
Inilah yang terjadi pada kaum musyrikin Quraisy dalam Perang Badar. Mereka dahulu hidup dalam keamanan, kemakmuran, dan kemuliaan di sekitar Ka'bah, tetapi ketika mereka memilih untuk memerangi Rasulullah ﷺ dan menentang agama Allah, maka Allah mencabut segala kenikmatan itu dan menimpakan kepada mereka kekalahan yang telak serta kehinaan yang besar.
Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar segala ucapan hamba-hamba-Nya, baik yang baik maupun yang buruk, dan Maha Mengetahui segala perbuatan mereka, baik yang lahir maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia akan membalas setiap amal sesuai dengan keadilan dan hikmah-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: nikmat yang kita rasakan hari ini—baik berupa kesehatan, keamanan, rezeki, iman, dan Islam—adalah titipan Allah yang harus kita jaga dengan ketaatan dan rasa syukur. Janganlah kita termasuk golongan yang mengubah nikmat Allah menjadi bencana karena kesombongan, kemaksiatan, dan kufur nikmat.
Marilah kita senantiasa bermuhasabah (introspeksi diri), memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dan menjaga amanah nikmat yang telah Dia berikan. Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah, tetapi juga Maha Adil. Jika kita ingin nikmat itu kekal, maka jagalah dengan iman, taqwa, dan syukur. Dan ingatlah, Allah Maha Mendengar doa-doa kita dan Maha Mengetahui segala usaha kita. Maka perbanyaklah istighfar dan taubat, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana firman-Nya: *"Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu."* (QS. Ibrahim: 7).
📜 Ayat 51-55 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 53
Surat Al-Anfal Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak…Surat Ayat 53/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








