Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yabghūn (يَبْغُونَ): berbuat melampaui batas, berbuat kerusakan dan kezaliman di muka bumi.
- Bagh-yukum (بَغْيُكُمْ): kezaliman dan pelanggaran kalian terhadap hak Allah dan hak sesama makhluk.
- Matā' al-hayāti ad-dunyā (مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا): kesenangan dan kenikmatan hidup dunia yang sementara dan akan lenyap.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Ketika manusia ditimpa bahaya di tengah lautan yang bergelora, mereka berseru memohon pertolongan kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan merendahkan diri. Namun, ketika Allah mengabulkan doa mereka dan menyelamatkan mereka dari tenggelam, tiba-tiba mereka kembali berbuat zalim dan melampaui batas di muka bumi. Mereka melakukan kemaksiatan, kekufuran, dan berbagai perbuatan dosa yang merusak kehidupan.
Allah lalu menegur mereka dengan penuh kelembutan: "Wahai manusia, sesungguhnya kezaliman kalian itu akan kembali kepada diri kalian sendiri." Sungguh, Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Kezaliman kalian tidak akan mengurangi keagungan Allah sedikit pun, tetapi justru akan menghancurkan diri kalian sendiri. Kalian hanya menikmati kesenangan dunia yang fana dan sementara ini, padahal semua itu akan sirna dan berakhir.
Kemudian Allah mengingatkan bahwa kepada-Nyalah kalian akan kembali pada hari kiamat kelak. Pada saat itu, Allah akan memberitahukan kepada kalian segala amal perbuatan yang pernah kalian lakukan di dunia, lalu memberikan balasan yang setimpal—kebaikan dibalas dengan kebaikan, dan keburukan dibalas dengan keburukan.
Pelajaran dan Hikmah:
Ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang mengingat Allah hanya ketika ditimpa kesusahan, tetapi melupakan-Nya ketika mendapatkan kesenangan. Padahal, nikmat keselamatan yang Allah berikan seharusnya menjadi sarana untuk semakin taat dan bersyukur, bukan justru menjadi sarana untuk bermaksiat.
Ketahuilah, wahai saudaraku, bahwa setiap kezaliman yang kita lakukan—baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia—pada hakikatnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Allah tidak akan dirugikan oleh perbuatan kita, tetapi kita sendirilah yang akan merasakan akibat buruknya, baik di dunia maupun di akhirat.
Maka marilah kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai pintu menuju ketaatan. Jika Allah menyelamatkan kita dari suatu kesulitan, hendaknya kita semakin dekat kepada-Nya. Jika Allah memberikan kelapangan rezeki, hendaknya kita perbanyak bersyukur dan berbagi dengan sesama. Janganlah kita menjadi hamba yang hanya ingat kepada Allah di saat sempit, lalu lupa kepada-Nya di saat lapang.
Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Kenikmatannya akan sirna, dan segala amal perbuatan kita akan diperlihatkan di hadapan Allah pada hari pembalasan. Maka berbahagialah orang yang menjadikan dunia sebagai ladang akhirat, dan celakalah orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan akhirnya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur atas nikmat, dan menjauhkan kita dari sifat melampaui batas yang hanya akan merugikan diri sendiri. Aamiin.
📜 Ayat 21-25 — Yunus
Terjemah — Yunus 23
Surat Yunus Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di…Surat Ayat 23/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








