Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Laisa min ahlik: Bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan keselamatan.
- Amalun ghairu shalih: Perbuatan yang tidak baik, yaitu kekafirannya.
- A'izhuka: Aku menasihatimu.
- Al-Jahilin: Orang-orang yang bodoh yang tidak mengetahui hakikat perkara.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ berfirman kepada Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan panggilan yang penuh kelembutan: "Wahai Nuh, sesungguhnya anakmu yang tenggelam itu bukanlah termasuk keluargamu yang telah Aku janjikan akan Aku selamatkan." Ini adalah teguran halus dari Allah kepada Nabi-Nya yang mulia, karena anak yang kafir itu bukan lagi bagian dari keluarga yang dijanjikan keselamatan, meskipun ia lahir dari tulang rusuknya sendiri. Kekafirannya telah memutus ikatan kekerabatan dalam hal agama dan janji keselamatan.
Kemudian Allah menjelaskan: "Sesungguhnya dia adalah perbuatan yang tidak saleh." Maksudnya, anak itu adalah hasil dari perbuatan yang tidak baik, yaitu kekafiran dan kemusyrikannya. Ia bukan lagi anak yang saleh yang pantas didoakan keselamatan, melainkan telah menjadi musuh Allah yang harus dijauhi.
Allah melanjutkan dengan nasihat yang sangat berharga: "Maka janganlah engkau meminta kepada-Ku sesuatu yang engkau tidak mengetahui hakikatnya." Ini adalah pelajaran besar bagi seluruh umat manusia, bahwa kita tidak boleh meminta sesuatu yang bertentangan dengan ilmu dan hikmah Allah. Allah lebih mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk untuk hamba-Nya.
Di akhir ayat, Allah menutup dengan peringatan yang penuh kasih sayang: "Sesungguhnya Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang-orang yang bodoh." Ini adalah nasihat dari Allah yang Maha Bijaksana kepada Nabi-Nya yang mulia, agar tidak mengulangi pertanyaan yang tidak sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa pelajaran yang sangat berharga:
- Ketaatan kepada Allah lebih utama daripada ikatan keluarga. Seorang mukmin harus mendahulukan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, meskipun harus berhadapan dengan anggota keluarganya sendiri yang menentang agama Allah.
- Ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Kita sebagai hamba yang lemah tidak boleh memaksakan kehendak kita di hadapan ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk kita, sedangkan pengetahuan kita sangatlah terbatas.
- Adab dalam berdoa. Ketika berdoa kepada Allah, kita harus memperhatikan adab-adabnya, yaitu meminta dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan yang terbaik, dan tidak meminta hal-hal yang bertentangan dengan syariat dan hikmah Allah.
- Kasih sayang Allah kepada para Nabi-Nya. Teguran Allah kepada Nabi Nuh ini justru menunjukkan betapa Allah sangat menyayangi para nabi-Nya. Allah tidak membiarkan mereka terus berada dalam kesalahan, tetapi segera meluruskan dengan cara yang paling lembut dan penuh hikmah.
Semoga kita semua dijauhkan dari kebodohan dalam memahami agama dan diberikan ilmu yang bermanfaat serta hati yang selalu tunduk kepada ketentuan Allah. Aamiin.
📜 Ayat 44-48 — Hud
Terjemah — Hud 46
Surat Hud Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang…Surat Ayat 46/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








