Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fityanihi: Para pelayan atau pembantu Nabi Yusuf 'alaihissalam.
- Bidha'atahum: Harta atau uang yang mereka gunakan untuk membeli bahan makanan (bukan barang dagangan, melainkan alat tukar pembayaran).
- Rihalihim: Tempat atau wadah yang mereka bawa untuk menyimpan barang-barang mereka (karung atau kantong perbekalan).
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan salah satu bentuk kebijaksanaan dan kecerdasan Nabi Yusuf 'alaihissalam dalam mengatur strategi. Ketika saudara-saudaranya datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan karena musim paceklik melanda negeri mereka, Nabi Yusuf yang saat itu menjadi bendahara kerajaan telah mengenali mereka, namun mereka tidak mengenalnya. Setelah mereka selesai mengambil kebutuhan mereka dan bersiap untuk pulang, Nabi Yusuf memerintahkan para pelayannya: "Masukkanlah kembali uang pembayaran mereka ke dalam karung-karung perbekalan mereka secara diam-diam, tanpa sepengetahuan mereka."
Tindakan mulia ini bukanlah tanpa tujuan. Nabi Yusuf 'alaihissalam berharap ketika mereka sampai di rumah dan membuka karung-karung mereka, mereka akan menemukan uang tersebut dan menyadari bahwa tuan rumah yang melayani mereka adalah orang yang sangat dermawan dan mulia. Dengan begitu, hati mereka akan tertambat untuk kembali lagi ke Mesir, dan ini menjadi jalan bagi Nabi Yusuf untuk mewujudkan rencananya mempertemukan kembali keluarganya, terutama saudara kandungnya, Bunyamin.
Perhatikanlah keindahan akhlak Nabi Yusuf ini! Ia tidak memanfaatkan posisinya untuk membalas dendam atas perlakuan buruk saudara-saudaranya di masa lalu. Sebaliknya, ia menunjukkan kemuliaan akhlak dengan mengembalikan harta mereka dan berbuat baik kepada mereka. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: kebaikan adalah senjata paling ampuh untuk meluluhkan hati manusia. Ketika seseorang berbuat buruk kepada kita, maka balaslah dengan kebaikan, niscaya kebencian akan berubah menjadi cinta dan kasih sayang.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya berprasangka baik dan menjaga kehormatan orang lain. Nabi Yusuf tidak mempermalukan saudara-saudaranya dengan berkata, "Aku tahu kalian telah berbuat jahat kepadaku." Ia justru merahasiakan identitasnya dan berbuat baik dengan cara yang paling halus. Sungguh, inilah teladan terbaik dalam berdakwah: mengajak kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang, bukan dengan cara yang memojokkan atau mempermalukan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, bahkan kepada orang yang pernah menyakiti kita. Semoga kita semua dapat meneladani akhlak mulia Nabi Yusuf 'alaihissalam ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang penuh kasih sayang dan saling menghormati. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 62
Surat Yusuf Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Yusuf berkata kepada bujang-bujangnya: "Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka) ke…Surat Ayat 62/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








