An-Nahl · 114/128
Terjemah Transliterasi — An-Nahl
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ۝١١٤
Fakuloo mimmaa razaqa kumul laahu halaalan taiyibanw washkuroo ni`matal laahi in kuntum iyyaahu ta`budoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Ḥalālan: sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, tidak ada larangan di dalamnya.
  • Ṭayyiban: sesuatu yang baik, bersih, dan tidak menjijikkan menurut syariat dan fitrah yang sehat.
  • Nī'matallāh: segala kebaikan dan karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya, baik berupa makanan, kesehatan, keamanan, maupun nikmat iman dan Islam.

Tafsir Ayat:

Wahai kaum mukminin yang senantiasa mengharap rida Allah! Makanlah dari rezeki yang telah Allah karuniakan kepada kalian, selama rezeki itu halal dan baik. Janganlah kalian meragukan kehalalannya, dan jangan pula memakan sesuatu yang haram meskipun tampak lezat, karena yang haram itu akan mengotori hati dan menjauhkan dari Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali karena di dalamnya terdapat mudarat bagi jiwa, harta, dan masyarakat.

Dan sebagai bentuk syukur kepada Allah, hendaklah kalian mengakui segala nikmat-Nya dengan hati yang penuh keikhlasan, memuji-Nya dengan lisan, dan menggunakan nikmat-nikmat itu di jalan yang diridai-Nya. Syukur bukan sekadar ucapan "alhamdulillah" di lisan, tetapi juga ketundukan hati dan ketaatan anggota badan. Nikmat makanan yang halal dan baik itu sendiri adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, maka balaslah kasih sayang itu dengan ketaatan dan rasa syukur yang tulus.

Allah menegaskan syarat dalam ayat ini: *"Jika kalian benar-benar hanya menyembah kepada-Nya."* Ini adalah ujian keimanan. Orang yang benar-benar beribadah kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, maka ia akan menjaga diri dari yang haram dan senantiasa bersyukur. Sebab, ibadah yang sejati lahir dari hati yang mengenal nikmat Allah dan mulut yang memuji-Nya, serta perut yang hanya diisi dengan makanan yang halal dan baik.


Renungan dan Nasihat:

Saudaraku, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk makan, tetapi juga mengajarkan cara makan yang benar: halal dan baik. Halal dari segi sumbernya, baik dari segi kualitasnya. Ini menunjukkan bahwa Islam agama yang sempurna, mengatur urusan dunia dan akhirat sekaligus. Makanan yang halal dan baik akan melahirkan energi yang baik untuk beribadah, berpikir jernih, dan beramal saleh. Sebaliknya, makanan haram akan menggelapkan hati, melemahkan semangat ibadah, dan menjauhkan doa dari dikabulkan.

Maka, mari kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup sehari-hari. Sebelum membeli dan memakan sesuatu, tanyakanlah: halalkah sumbernya? baikkah untuk tubuhku? Dan setelah menikmatinya, ucapkanlah syukur kepada Allah, karena sesungguhnya orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan orang yang kufur akan kehilangan keberkahan. Jadilah hamba yang benar-benar beribadah kepada Allah, niscaya hidupmu akan dipenuhi keberkahan dan ketenangan.



📜 Ayat 112-116 — An-Nahl

112وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
113وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.
114فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.
115إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
116وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
An-NahlIndeks Quran
128Ayat
MakkiyahRevelation
114Ayat

Terjemah — An-Nahl 114

Surat An-Nahl Ayat 114 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah…

Surat Ayat 114/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 112–116. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu