Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Bashā'ir (بَصَائِر): bentuk jamak dari *bashīrah*, artinya bukti-bukti yang jelas dan nyata yang dapat membuka mata hati serta memberikan petunjuk kepada kebenaran.
- Matsbūran (مَثْبُورًا): artinya hancur binasa, celaka, terlaknat, dan kehilangan segala kebaikan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan jawaban tegas Nabi Musa 'alaihissalam kepada Fir'aun yang telah menuduhnya sebagai seorang penyihir dan mengancam akan memenjarakannya. Dengan penuh keyakinan dan keberanian yang bersumber dari keimanan, Nabi Musa berkata kepada Fir'aun: "Sungguh engkau telah mengetahui dengan pasti, wahai Fir'aun, bahwa tidak ada yang menurunkan mukjizat-mukjizat yang sembilan ini—seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya, dan berbagai tanda kekuasaan lainnya—kecuali Allah, Tuhan yang menciptakan dan mengatur seluruh langit dan bumi. Semua mukjizat ini adalah bukti-bukti yang terang dan nyata, yang membuka mata hati bagi siapa saja yang mau melihat dan merenungkan, sebagai saksi kebenaran risalahku dan keesaan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah-Nya."
Namun, meskipun Fir'aun mengetahui kebenaran ini di dalam hatinya, ia tetap mengingkarinya karena kesombongan dan keangkuhannya. Oleh karena itu, Nabi Musa menegaskan: "Dan sesungguhnya aku benar-benar yakin, wahai Fir'aun, bahwa engkau akan binasa dan celaka. Engkau akan kehilangan kerajaanmu, kehormatanmu, dan segala yang engkau banggakan, serta akan mendapatkan laknat Allah di dunia dan akhirat."
Ayat ini menunjukkan betapa tingginya keteguhan hati Nabi Musa dalam menghadapi tirani. Beliau tidak gentar sedikit pun di hadapan penguasa yang zalim, karena beliau bersandar kepada Allah yang Maha Kuasa. Inilah pelajaran berharga bagi kita: kebenaran harus disampaikan dengan berani, meskipun harus berhadapan dengan penguasa yang bengis sekalipun.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah tidak akan pernah takut menghadapi kekuatan apa pun di muka bumi ini. Nabi Musa berdiri tegak di hadapan Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan, namun dengan penuh keyakinan beliau menyatakan kebenaran dan bahkan berani memvonis kehancuran bagi Fir'aun. Ini adalah bukti bahwa keimanan yang sejati mampu mengalahkan rasa takut kepada makhluk, karena orang mukmin hanya takut kepada Allah semata.
Marilah kita renungkan: betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk selalu berada di pihak kebenaran, berani menegakkan keadilan, dan tidak gentar menghadapi kebatilan. Ketika kita berpegang teguh kepada Allah, maka Allah akan menolong kita sebagaimana Dia menolong Nabi Musa. Dan ketahuilah, setiap orang yang sombong dan zalim di muka bumi ini, sebagaimana Fir'aun, pasti akan menemui kehancuran. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang tawadhu', berpegang kepada kebenaran, dan senantiasa berlindung kepada-Nya dari segala bentuk kesombongan dan kezaliman.
📜 Ayat 100-104 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 102
Surat Al-Isra Ayat 102 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan…Surat Ayat 102/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 100–104. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








