Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Āyātin bayyinātin: Mukjizat-mukjizat yang jelas dan nyata, menjadi bukti kebenaran kenabian.
- Masḥūran: Orang yang terkena sihir, sehingga akalnya menjadi kacau dan tidak normal menurut pandangan mereka.
Tafsir Ayat:
Sungguh, Kami telah menganugerahkan kepada Nabi Musa *‘alaihissalām* sembilan mukjizat yang nyata dan jelas sebagai bukti kebenaran risalahnya. Mukjizat-mukjizat itu adalah: tongkat yang berubah menjadi ular besar, tangan yang bersinar putih cemerlang ketika dimasukkan ke dalam ketiak, musim paceklik dan kekurangan buah-buahan, banjir besar yang menenggelamkan ladang-ladang mereka, belalang yang memakan tanaman, kutu yang merusak harta benda, katak yang memenuhi rumah-rumah mereka, darah yang bercampur dalam air minum mereka, serta terbelahnya lautan untuk menyelamatkan Bani Israil dan menenggelamkan Fir'aun beserta bala tentaranya.
Wahai Nabi Muhammad, tanyakanlah kepada orang-orang Yahudi yang hidup di masamu — sebagaimana Abdullah bin Salam dan para sahabatnya yang telah beriman — tentang kisah kedatangan Nabi Musa kepada nenek moyang mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang sangat jelas itu. Hal ini agar menjadi hujjah bagi mereka yang masih ingkar. Ketika Musa datang kepada mereka dengan bukti-bukti yang menakjubkan itu, Fir'aun dengan sombong dan angkuhnya berkata kepadanya: "Wahai Musa, sesungguhnya aku benar-benar berkeyakinan bahwa engkau adalah seorang yang terkena sihir, akalmu telah dikacaukan sehingga engkau mengira hal-hal yang mustahil itu adalah kebenaran."
Sungguh ironis, seorang yang membawa kebenaran yang nyata justru dituduh sebagai penyihir atau orang yang tersihir oleh penguasa yang zalim. Ini adalah sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman — para pembawa kebenaran sering kali menghadapi tuduhan-tuduhan dusta dari orang-orang yang sombong dan takut kehilangan kekuasaan. Namun, ketahuilah bahwa kebenaran akan selalu menang, dan kesombongan akan berakhir dengan kehinaan, sebagaimana Fir'aun yang akhirnya tenggelam dalam lautan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya melalui para nabi-Nya. Jika kita tidak dapat menyaksikan mukjizat-mukjizat itu secara langsung, maka kita telah dianugerahi mukjizat terbesar yang abadi: Al-Qur'an. Kitab suci yang penuh dengan ilmu, petunjuk, dan bukti kebenaran yang tak terbantahkan. Maka jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, agar kita termasuk golongan yang beruntung di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 99-103 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 101
Surat Ayat 101/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 99–103. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








