Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- يَهْتَدِي: mendapatkan petunjuk dan mengikuti kebenaran.
- يَضِلُّ: tersesat dari jalan yang benar.
- تَزِرُ: memikul atau menanggung beban.
- وِزْرَ: dosa atau kesalahan.
- نَبْعَثَ رَسُولًا: mengutus seorang rasul sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah yang merindukan kebahagiaan, ketahuilah bahwa setiap langkah kebaikan yang engkau tempuh, setiap usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan setiap tetes keringat dalam menuntut ilmu agama—semuanya kembali kepada dirimu sendiri. Allah tidak membutuhkan amalmu sedikit pun. Jika engkau memilih jalan petunjuk, maka cahaya hidayah itu akan menerangi hatimu, menenangkan jiwamu, dan mengantarkanmu menuju surga-Nya. Sebaliknya, jika engkau berpaling dan tersesat, maka kegelapan kesesatan itu pun akan menimpa dirimu sendiri, dan engkaulah yang akan menuai akibatnya.
Ayat ini juga mengajarkan kita tentang keadilan Allah yang Mahaagung: tidak seorang pun akan memikul dosa orang lain. Setiap jiwa bertanggung jawab atas amalnya sendiri. Maka jangan pernah merasa aman dengan berbuat dosa dengan alasan orang lain juga berbuat dosa, dan jangan pula berputus asa karena dosa yang telah lalu—karena Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat.
Dan inilah kabar gembira bagi seluruh umat manusia: Allah tidak akan menyiksa seorang pun sebelum hujjah (bukti) ditegakkan kepada mereka melalui para rasul yang diutus dengan membawa kitab-kitab suci. Ini menunjukkan betapa Maha Penyayang dan Maha Adilnya Allah. Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya, bahkan sebelum datangnya petunjuk, manusia tidak dituntut. Maka ketika seorang rasul datang membawa kebenaran, saat itulah manusia memiliki pilihan: beriman dan berbahagia, atau ingkar dan menanggung akibatnya.
Saudaraku, renungkanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah tidak membebani kita melampaui batas kemampuan, dan Dia selalu memberi kesempatan sebelum menghukum. Maka marilah kita manfaatkan kesempatan hidup ini untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ, karena itulah jalan keselamatan yang akan mengantarkan kita kepada keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Jangan biarkan kesesatan merenggut kita, dan jangan pernah ragu untuk kembali ke jalan yang lurus, karena pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang tulus.
📜 Ayat 13-17 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 15
Surat Al-Isra Ayat 15 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia…Surat Ayat 15/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 13–17. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








