Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- żurriyyah (ذُرِّيَّةَ): keturunan atau anak cucu.
- ḥamalnā (حَمَلْنَا): Kami angkut/membawa (di dalam bahtera).
- ma'a Nūḥ (مَعَ نُوحٍ): bersama Nabi Nuh 'alaihissalam.
- syakūrā (شَكُورًا): sangat banyak bersyukur, baik dengan hati, lisan, maupun anggota badan.
Tafsir Ayat:
Wahai keturunan orang-orang yang telah Kami selamatkan dan Kami angkut bersama Nabi Nuh di dalam bahtera ketika banjir besar melanda! Ingatlah nikmat besar yang telah Allah karuniakan kepada nenek moyang kalian itu, dan jadikanlah keselamatan mereka sebagai pelajaran berharga. Janganlah kalian menyekutukan Allah dalam beribadah, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat-Nya.
Allah mengingatkan kalian tentang kemuliaan garis keturunan kalian—bahwa kalian berasal dari orang-orang beriman yang diselamatkan dari azab yang membinasakan orang-orang kafir. Maka sudah sepantasnya kalian meneladani kesabaran dan rasa syukur mereka, serta menjauhi perbuatan syirik yang justru menjadi penyebab kebinasaan kaum Nuh yang ingkar.
Kemudian Allah memuji Nabi Nuh dengan firman-Nya: *"Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba yang banyak bersyukur."* Beliau selalu bersyukur kepada Allah dalam segala keadaan—ketika diberi nikmat, ia bersyukur; ketika diuji, ia bersabar dan tetap memuji Allah. Beliau bersyukur dengan hatinya melalui keyakinan yang tulus, dengan lisannya melalui pujian dan doa, serta dengan anggota tubuhnya melalui ketaatan dan ibadah yang ikhlas.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa rasa syukur adalah kunci keselamatan dan kemuliaan. Jika kita ingin menjadi keturunan yang baik dan mendapatkan perlindungan Allah seperti Nabi Nuh, maka perbanyaklah syukur dan jauhilah kekufuran serta kemusyrikan. Syukur bukan sekadar ucapan "Alhamdulillah", tetapi juga diwujudkan dalam ketaatan dan menjauhi larangan Allah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah mengingatkan kita akan asal-usul kita yang mulia—bahwa seluruh umat manusia setelah banjir besar adalah keturunan dari orang-orang yang beriman dan diselamatkan bersama Nabi Nuh. Ini adalah bukti kasih sayang Allah yang begitu besar kepada kita.
Marilah kita jadikan Nabi Nuh sebagai teladan dalam bersyukur. Beliau tidak pernah lelah beribadah dan memuji Allah meskipun menghadapi tantangan yang sangat berat selama ratusan tahun berdakwah. Jika beliau yang maksum saja begitu tekun bersyukur, maka kita yang penuh dosa ini seharusnya lebih bersemangat lagi untuk bersyukur dan bertaubat kepada Allah.
Jadikanlah setiap nafas kita sebagai ungkapan syukur, setiap langkah kita sebagai ibadah, dan setiap rezeki yang kita terima sebagai amanah untuk berbagi dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, kita akan menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah dan layak mendapatkan keselamatan di dunia maupun di akhirat, sebagaimana Nabi Nuh dan pengikutnya yang setia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 1-5 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 3
Surat Al-Isra Ayat 3 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh.…Surat Ayat 3/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








