Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Wa Qadlainā (وَقَضَيْنَا): Kami telah memberitahukan dan menetapkan dengan pasti.
- Ilā Banī Isrā'īl (إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ): kepada Bani Israil (keturunan Nabi Ya'qub).
- Fī al-Kitāb (فِي الْكِتَابِ): di dalam kitab suci mereka, yaitu Taurat.
- La tufsidunna (لَتُفْسِدُنَّ): sungguh kamu akan berbuat kerusakan. Huruf *lam* di sini adalah *lam qasam* (sumpah), maknanya: Demi Allah, sungguh kamu akan berbuat kerusakan.
- Marratain (مَرَّتَيْنِ): dua kali.
- Wa lata'lunna (وَلَتَعْلُنَّ): dan sungguh kamu akan berlaku sombong dan angkuh.
- 'Uluwwan kabīrā (عُلُوًّا كَبِيرًا): kesombongan yang sangat besar, melampaui batas.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan kepada kita dalam ayat yang mulia ini bahwa Dia telah memberitahukan kepada Bani Israil dengan kepastian yang tegas di dalam kitab suci mereka, yaitu Taurat, bahwa mereka akan melakukan kerusakan di muka bumi sebanyak dua kali. Kerusakan yang dimaksud adalah kerusakan besar yang terjadi di bumi Syam dan sekitar Baitul Maqdis, berupa perbuatan maksiat, kezaliman, pembunuhan terhadap para nabi, serta tindakan sewenang-wenang terhadap manusia.
Selain itu, Allah juga memberitahukan bahwa mereka akan berlaku sombong dan angkuh dengan kesombongan yang sangat besar. Mereka akan melampaui batas dalam kesewenang-wenangan, menindas orang-orang yang lemah, dan membangkang terhadap perintah-perintah Allah. Ini adalah peringatan dari Allah yang terbukti dalam sejarah panjang Bani Israil, sebagaimana tercatat dalam kitab-kitab suci dan fakta sejarah.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang akan terjadi. Tidak ada satu pun peristiwa di dunia ini yang luput dari pengetahuan dan ketetapan-Nya. Ketetapan Allah terhadap Bani Israil ini bukanlah paksaan, melainkan pemberitahuan tentang apa yang akan mereka lakukan dengan kehendak dan pilihan mereka sendiri.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita mengambil pelajaran yang sangat berharga dari kisah Bani Israil ini. Mereka adalah kaum yang telah diberi banyak nikmat dan keistimewaan oleh Allah, namun mereka menyia-nyiakannya dengan berbuat kerusakan dan kesombongan. Akibatnya, mereka mendapatkan kemurkaan dan kehinaan dari Allah.
Betapa beruntungnya kita sebagai umat Islam yang telah diberikan petunjuk melalui Al-Qur'an. Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam ini, serta menjauhi sifat-sifat yang telah menyebabkan Bani Israil jatuh ke dalam kehinaan, yaitu berbuat kerusakan di muka bumi dan berlaku sombong.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu menjaga bumi ini dengan kebaikan, menebarkan kasih sayang, dan merendahkan hati di hadapan Allah dan sesama manusia. Karena sesungguhnya kesombongan adalah sifat yang paling dibenci Allah, dan kerusakan di muka bumi akan mendatangkan kebinasaan bagi pelakunya. Semoga Allah menjaga kita semua dari sifat-sifat tercela tersebut dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi ini. Aamiin.
📜 Ayat 2-6 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 4
Surat Ayat 4/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 2–6. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








