Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- تُسَبِّحُ: menyucikan Allah dari segala kekurangan dan keburukan.
- بِحَمْدِهِ: dengan memuji-Nya, yaitu menggabungkan tasbih (penyucian) dengan pujian.
- لَا تَفْقَهُونَ: kalian tidak memahami dan tidak mengerti.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, sadarilah bahwa seluruh alam semesta ini hidup dan berzikir kepada Allah! Langit yang tujuh lapis, bumi yang kita pijak, dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya—baik yang bernyawa maupun yang tidak—semuanya bertasbih menyucikan Allah dari segala kekurangan dan keburukan. Bahkan setiap benda, sekecil apa pun, hingga deritanya pintu dan gemerisiknya dedaunan, semuanya turut bertasbih dengan memuji-Nya.
Namun, kalian tidak memahami tasbih mereka karena bahasa dan cara mereka berbeda dengan kalian. Kalian hanya bisa memahami tasbih makhluk yang berbahasa seperti kalian. Ini bukan berarti mereka tidak bertasbih, tetapi keterbatasan akal dan indra kalianlah yang menghalangi untuk menangkapnya.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah rahasia besar: bahwa seluruh alam semesta adalah masjid yang hidup, setiap sudutnya dipenuhi zikir dan pujian kepada Allah. Maka betapa indahnya jika kita sebagai manusia yang diberi akal dan lisan, justru lebih banyak berzikir dan memuji Allah dibandingkan makhluk-makhluk lain yang senantiasa bertasbih tanpa henti!
Di akhir ayat, Allah menyebut dua sifat-Nya yang agung: Al-Halim (Maha Penyantun) dan Al-Ghafur (Maha Pengampun). Ini adalah kabar gembira bagi kita. Meskipun banyak di antara kita yang lalai dan tidak memahami tasbih alam semesta, bahkan mungkin bermaksiat kepada-Nya, Allah tetap bersabar dan tidak menyegerakan hukuman. Dia memberi kita waktu untuk bertobat, dan Dia mengampuni dosa-dosa kita jika kita kembali kepada-Nya.
Saudaraku, mari kita renungkan: jika seluruh alam semesta bertasbih kepada Allah, mengapa kita sebagai manusia yang paling mulia justru sibuk dengan hal-hal yang melalaikan kita dari mengingat-Nya? Jadikanlah setiap hembusan napas kita sebagai tasbih, setiap detak jantung kita sebagai zikir, dan setiap langkah kita sebagai ibadah. Sungguh, Allah Maha Penyantun yang tidak pernah bosan menunggu tobat hamba-Nya, dan Maha Pengampun yang selalu membuka pintu ampunan bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pernah lelah untuk berzikir kepada-Nya, karena seluruh alam semesta pun turut serta dalam zikir yang sama.
📜 Ayat 42-46 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 44
Surat Al-Isra Ayat 44 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya…Surat Ayat 44/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 42–46. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








