Al-Isra · 94/111
Terjemah Transliterasi — Al-Isra
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَن يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَن قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَّسُولًا ۝٩٤
Wa maa mana`an naasa any yu`minooo iz jaaa`ahumul hudaaa illaaa an qaalooo aba`asal laahu basharar Rasoolaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?"
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Al-Hudā (الْهُدَىٰ): Petunjuk, yaitu Al-Qur'an dan risalah kenabian yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
  • Ab'aṡa (أَبَعَثَ): Mengutus/membangkitkan seseorang sebagai rasul.
  • Basyaran (بَشَرًا): Manusia biasa yang memiliki sifat-sifat kemanusiaan seperti makan, minum, berjalan di pasar, dan sebagainya.

Tafsir Ayat:

Tidak ada satu pun hal yang menghalangi manusia—khususnya penduduk Mekah—untuk beriman kepada Allah dan mengikuti petunjuk yang telah datang kepada mereka melalui Al-Qur'an dan Rasul-Nya, kecuali satu alasan yang sangat dangkal dan penuh keangkuhan. Mereka berkata dengan nada heran dan mengingkari: "Apakah mungkin Allah mengutus seorang manusia biasa sebagai rasul untuk kami? Mengapa bukan malaikat yang turun kepada kami?"

Mereka menganggap mustahil seorang manusia diangkat menjadi utusan Allah. Padahal, sejak dahulu kala, Allah tidak pernah mengutus rasul melainkan dari kalangan manusia sendiri, agar mereka dapat memahami, berinteraksi, dan meneladani langsung kehidupan sang rasul. Justru di sinilah letak kebijaksanaan Allah: seorang rasul dari kalangan manusia adalah bukti nyata bahwa manusia biasa pun mampu mencapai derajat tertinggi dalam ketaatan dan kedekatan kepada Allah.

Sungguh, alasan mereka ini hanyalah bentuk kesombongan dan kedunguan. Mereka menolak kebenaran yang sudah jelas, hanya karena utusan itu berasal dari jenis mereka sendiri. Padahal, jika Allah mengutus malaikat pun, mereka tetap tidak akan beriman, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain bahwa mereka akan berkata: "Kami tidak akan beriman kepada malaikat yang datang dalam bentuk manusia."

Renungkanlah wahai saudaraku—betapa Allah Yang Maha Pengasih memilihkan untuk kita seorang rasul dari kalangan manusia, yang merasakan lapar, haus, sedih, dan bahagia sebagaimana kita. Beliau ﷺ adalah teladan yang hidup dan nyata. Kita tidak perlu ragu atau heran, karena mengutus rasul dari jenis manusia adalah bukti kasih sayang Allah agar kita mampu meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan. Maka, marilah kita sambut petunjuk Allah dengan hati terbuka dan keimanan yang tulus, karena kebahagiaan dunia dan akhirat hanya ada pada iman dan mengikuti petunjuk-Nya.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 92-96 — Al-Isra

92أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا
atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.
93أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَّقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنتُ إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا
Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". Katakanlah: "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"
94وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَن يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَن قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَّسُولًا
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka: "Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasuI?"
95قُل لَّوْ كَانَ فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِم مِّنَ السَّمَاءِ مَلَكًا رَّسُولًا
Katakanlah: "Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka seorang malaikat menjadi rasul".
96قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya".
Al-IsraIndeks Quran
111Ayat
MakkiyahRevelation
94Ayat

Terjemah — Al-Isra 94

Surat Al-Isra Ayat 94 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala…

Surat Ayat 94/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 92–96. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu