Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَعْيُنُهُمْ (a'yunuhum): mata-mata mereka. Namun dalam konteks ini, yang dimaksud bukanlah mata lahiriah, melainkan mata hati dan bashirah (pandangan batin) mereka.
- فِي غِطَاءٍ (fii ghithaa'): berada dalam tutupan atau tabir yang menghalangi.
- عَن ذِكْرِي ('an dzikrii): dari mengingat-Ku, yakni dari Al-Qur'an dan petunjuk yang Aku turunkan.
- لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا (laa yastathii'uuna sam'an): mereka tidak mampu untuk mendengar, yakni tidak ada kemampuan sama sekali untuk menerima kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang kafir yang menjadi penghuni neraka Jahanam—mereka yang pada kehidupan dunia telah menutup mata hati mereka dari kebenaran. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa mereka adalah orang-orang yang mata hatinya berada dalam tutupan yang tebal dari mengingat Allah dan ayat-ayat-Nya. Mereka tidak mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di alam semesta, tidak mampu merenungkan keagungan Al-Qur'an, dan tidak mampu merasakan keindahan iman.
Yang dimaksud dengan "a'yunuhum" (mata mereka) di sini bukanlah mata lahiriah yang dapat melihat, melainkan mata hati dan bashirah (pandangan batin). Sebab banyak orang yang memiliki mata sehat namun hatinya buta, sebagaimana firman Allah: "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj: 46)
Adapun firman-Nya: "وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا" (dan mereka tidak mampu untuk mendengar), maksudnya adalah mereka tidak sanggup mendengar Al-Qur'an dan nasihat-nasihat dengan pendengaran yang disertai penerimaan dan kepatuhan. Bukan karena telinga mereka rusak secara fisik, tetapi karena hati mereka telah sedemikian keras dan tertutup, sehingga kebenaran yang masuk melalui telinga tidak mampu menembus relung hati mereka. Mereka mendengar, namun seakan-akan tidak mendengar; mereka menyaksikan, namun seakan-akan tidak melihat.
Ini adalah gambaran yang sangat menyedihkan—manusia yang Allah ciptakan dengan fitrah yang bersih, namun mereka sendiri yang menutup pintu hidayah dengan kesombongan, keangkuhan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. Mereka memilih untuk berpaling dari Al-Qur'an dan tidak mau merenungkan ayat-ayat-Nya, sehingga Allah pun membiarkan mereka dalam kesesatan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa berharganya nikmat mata hati yang terbuka dan telinga yang mampu menerima kebenaran. Betapa banyak manusia yang berjalan di muka bumi dengan mata yang sehat, namun hatinya buta dari melihat kebesaran Allah. Betapa banyak yang memiliki pendengaran yang sempurna, namun telinganya tidak mampu menerima nasihat dan peringatan.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga hati kita agar tetap terbuka untuk menerima cahaya Al-Qur'an dan petunjuk Allah. Jangan biarkan dosa-dosa dan kelalaian menumpuk menjadi tabir yang menghalangi hati kita dari mengingat Allah. Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dengan tadabbur, renungkanlah maknanya, dan amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh, Al-Qur'an adalah cahaya yang mampu menerangi kegelapan hati dan obat bagi segala penyakit jiwa.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membukakan mata hati kita, melapangkan dada kita untuk menerima kebenaran, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 99-103 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 101
Surat Al-Kahf Ayat 101 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda…Surat Ayat 101/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 99–103. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








