Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Haqq (الْحَقُّ): Yang Maha Benar, zat yang tetap dan pasti wujud-Nya, serta segala sesuatu yang berasal dari-Nya adalah kebenaran.
- Al-Bathil (الْبَاطِلُ): Yang salah, sia-sia, tidak berguna, dan tidak memiliki dasar kebenaran.
- Al-'Aliyy (الْعَلِيُّ): Yang Maha Tinggi, baik dari segi zat, kedudukan, maupun kekuasaan-Nya di atas seluruh makhluk.
- Al-Kabir (الْكَبِيرُ): Yang Maha Besar, memiliki keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan mutlak yang tidak terjangkau oleh siapa pun.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menjelaskan alasan mengapa Allah SWT mampu memasukkan malam ke dalam siang dan siang ke dalam malam, serta mengapa hanya Dia yang berhak disembah. Semua itu terjadi karena Allah SWT adalah Al-Haqq, kebenaran mutlak yang tidak ada keraguan sedikit pun. Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak diibadahi, janji-Nya pasti benar, dan pertolongan-Nya bagi hamba-hamba yang beriman adalah kepastian.
Adapun segala sesuatu yang mereka sembah selain Allah—berupa berhala, patung, atau sesembahan palsu lainnya—adalah kebatilan yang nyata. Sesembahan-sesembahan itu tidak memiliki kekuatan untuk memberi manfaat maupun menolak mudarat, bahkan mereka sendiri tidak mampu menolong dirinya sendiri. Bagaimana mungkin sesuatu yang lemah dan tidak berdaya dijadikan sebagai tuhan?
Kemudian Allah SWT menegaskan bahwa Dia adalah Al-'Aliyy, Yang Maha Tinggi di atas seluruh makhluk-Nya—tinggi dalam zat, kedudukan, dan kekuasaan-Nya. Tidak ada satu pun yang menyamai-Nya, dan Dia adalah Al-Kabir, Yang Maha Besar dalam zat, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya. Kebesaran-Nya melampaui segala sesuatu, sehingga mustahil bagi-Nya memiliki sekutu atau partner dalam ibadah.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan hakikat keimanan yang sejati. Ketika kita meyakini bahwa Allah adalah Al-Haqq, maka seluruh hidup kita akan berorientasi kepada kebenaran. Kita tidak akan mudah goyah oleh tipu daya dunia atau bujukan setan, karena kita tahu bahwa hanya Allah yang layak menjadi tujuan dan sandaran.
Sebaliknya, segala sesuatu selain Allah—harta, jabatan, kekuasaan, atau bahkan hawa nafsu—jika dijadikan tujuan hidup, maka ia adalah kebatilan yang akan sirna dan mengecewakan. Betapa banyak orang yang menghabiskan hidupnya mengejar hal-hal fana, namun pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa kecuali kelelahan dan penyesalan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat keyakinan bahwa Allah Maha Tinggi dan Maha Besar. Dengan menyadari kebesaran-Nya, hati kita akan dipenuhi rasa takut yang melahirkan ketaatan, serta harapan yang melahirkan optimisme. Tidak ada yang perlu kita takuti selain Allah, dan tidak ada yang perlu kita harapkan kecuali rahmat-Nya.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa beribadah hanya kepada-Nya, meyakini kebenaran-Nya, dan mengagungkan kebesaran-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — Al-Hajj
Terjemah — Al-Hajj 62
Surat Ayat 62/78 — Al-Hajj الحج (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hajj Dengarkan, Al-Hajj Terjemah, Al-Hajj mp3, Al-Hajj pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








