Terjemah — Tafsir
Makna Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Shalawatihim (صَلَوَاتِهِمْ): Bentuk jamak dari *shalat*, yang menunjukkan makna berulang-ulangnya ibadah shalat yang dikerjakan dalam sehari semalam (lima waktu). Penyebutan dalam bentuk jamak ini menegaskan bahwa shalat itu banyak dan berulang, bukan sekali atau dua kali saja.
- Yuhaafizhuun (يُحَافِظُونَ): Bermakna menjaga, memelihara, dan merawat sesuatu dengan sungguh-sungguh serta terus-menerus tanpa ada kelalaian. Ini bukan sekadar mengerjakan, tetapi menjaga dengan penuh kesungguhan dan kesinambungan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan sifat-sifat orang mukmin yang beruntung, di antaranya adalah mereka yang menjaga shalat-shalatnya dengan penuh kesungguhan. Mereka tidak hanya sekadar mengerjakan shalat, tetapi mereka benar-benar menjaganya dengan cara:
- Menjaga waktunya: Mereka mengerjakan shalat tepat pada waktunya, tidak menunda-nunda tanpa uzur yang dibenarkan.
- Menjaga syarat dan rukunnya: Mereka memperhatikan kesucian badan, pakaian, dan tempat shalat, serta memenuhi segala syarat sahnya shalat.
- Menjaga kesempurnaannya: Mereka mengerjakan shalat dengan memenuhi rukun, wajib, dan sunnah-sunahnya, serta menghadirkan hati dan khusyuk di dalamnya.
- Menjaga kesinambungannya: Mereka tidak pernah meninggalkan shalat dalam keadaan apa pun, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, sehat maupun sakit, selama akal mereka masih sehat.
Penyebutan shalat dalam bentuk jamak (*shalawat*) dalam ayat ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan shalat di sisi Allah. Shalat adalah tiang agama, amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, dan pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Oleh karena itu, Allah mengulang-ulang penyebutan shalat dalam sifat-sifat orang mukmin, karena shalat adalah amalan yang paling agung dan paling berat bagi orang-orang munafik.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan penjagaan shalat sebagai salah satu ciri utama orang-orang yang beruntung dan akan mewarisi surga Firdaus. Ini menunjukkan bahwa shalat bukanlah sekadar rutinitas harian yang digugurkan kewajibannya, melainkan ia adalah bukti cinta seorang hamba kepada Rabbnya, bukti ketaatan, dan bukti keimanan yang sejati.
Renungkanlah, betapa banyak di antara kita yang mengerjakan shalat tetapi tidak "menjaganya"? Shalat dikerjakan tetapi sering terlambat, dikerjakan tetapi tergesa-gesa, dikerjakan tetapi hati lalai ke mana-mana. Padahal, shalat yang dijaga dengan baik akan menjadi cahaya di dunia, penerang di alam kubur, dan penolong di hari kiamat kelak.
Mari kita perbaiki kualitas shalat kita, mulai dari sekarang. Jangan biarkan shalat kita menjadi sekadar gerakan tanpa makna. Jadikanlah shalat sebagai penyejuk hati, tempat kita bermunajat dan mencurahkan segala keluh kesah kepada Allah. Karena sesungguhnya, orang yang menjaga shalatnya dengan baik, Allah akan menjaganya dalam segala urusan dunianya dan akhiratnya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga shalat dengan sebaik-baiknya, sehingga kita meraih keberuntungan yang dijanjikan-Nya, yaitu surga Firdaus yang tertinggi. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 9
Surat Al-Mu'minun Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.Surat Ayat 9/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








