Falammaaa ataahaa noodiya min shaati`il waadil aimani fil buq`atil muubaarakati minash shajarati ai yaa Moosaaa inneee Anal laahu Rabbul `aalameen
📖 Terjemahan (Dalam Bahasa Melayu)
📖 Dalam Bahasa Melayu
Maka ketika ia sampai ke tempat api itu, (kedengaran) ia diseru dari tepi lembah yang di sebelah kanan, di tempat yang dilimpahi berkat, dari arah pohon kayu (yang ada di situ): "Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Tuhan sekalian alam. (Sesungguhnya api itu adalah sebagai satu isyarat yang didatangkan oleh Allah untuk menarik perhatian Musa ke tempat itu dan bukannya zat Allah, Wallahu A'lam)
🌐 Additional reference in Bahasa Indonesia
🌐 Bahasa Indonesia
Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.
الْأَيْمَنِ – sebelah kanan (iaitu sebelah kanan Nabi Musa ketika itu).
الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ – tempat yang diberkati, iaitu sebidang tanah yang dimuliakan kerana Allah SWT berkalam dengan Nabi Musa di situ.
مِنَ الشَّجَرَةِ – dari arah pokok (suara datang dari sisi pokok tersebut).
Tafsir Ayat:
Apabila Nabi Musa AS sampai ke tempat api yang dilihatnya dari kejauhan itu, Allah SWT menyerunya dari tepi lembah yang berada di sebelah kanannya, di sebuah tanah yang diberkati, iaitu dari arah sebatang pokok. Seruan itu berbunyi: "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Tuhan Pentadbir seluruh alam." Ini merupakan detik bersejarah yang sangat agung — saat pertama kali Nabi Musa AS menerima wahyu dan diangkat menjadi rasul. Allah SWT memilih tempat yang diberkati ini sebagai lokasi pertemuan langsung antara Dia dan hamba-Nya yang mulia, tanpa perantaraan. Suara itu datang dari arah pokok, namun ia bukan suara makhluk, bahkan ia adalah kalam Allah yang Maha Suci, yang didengarkan oleh Nabi Musa dengan penuh keagungan dan kekhusyukan.
Pengajaran dan Seruan:
Wahai saudara seislam, lihatlah bagaimana Allah SWT memuliakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas. Nabi Musa AS keluar mencari api untuk kepentingan keluarganya, tetapi Allah memberinya sesuatu yang jauh lebih besar — iaitu kenabian dan kemuliaan berbicara dengan Tuhan sekalian alam. Ini mengajar kita bahawa setiap kebaikan yang kita lakukan, setiap usaha kita mencari rezeki yang halal, tidak akan sia-sia di sisi Allah. Bahkan Allah boleh mengubah perjalanan biasa menjadi perjalanan yang penuh keberkatan. Maka janganlah kita merasa hina atau kecil dalam melakukan kebaikan, kerana Allah sentiasa bersama hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Marilah kita hayati kebesaran Allah yang Maha Berkuasa, yang memilih sesiapa sahaja daripada kalangan hamba-Nya untuk menerima rahmat dan hidayah. Semoga kita semua termasuk dalam kalangan orang-orang yang diberkati dan didekatkan kepada-Nya. Amin.
Maka ketika ia sampai ke tempat api itu, (kedengaran) ia diseru dari tepi lembah yang di sebelah kanan, di tempat yang dilimpahi berkat, dari arah pohon kayu (yang ada di situ): "Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Tuhan sekalian alam. (Sesungguhnya api itu adalah sebagai satu isyarat yang didatangkan oleh Allah untuk menarik perhatian Musa ke tempat itu dan bukannya zat Allah, Wallahu A'lam)
Musa menjawab: "Perjanjian itu adalah antaraku denganmu (tetap dihormati bersama); yang mana sahaja dari dua tempoh itu yang aku tunaikan, maka janganlah hendaknya aku disalahkan. Dan Allah jualah menjadi Pengawas terhadap apa yang kita katakan itu".
Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan (mendapat izin) berjalan dengan isterinya (kembali ke Mesir), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya: "Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri".
Maka ketika ia sampai ke tempat api itu, (kedengaran) ia diseru dari tepi lembah yang di sebelah kanan, di tempat yang dilimpahi berkat, dari arah pohon kayu (yang ada di situ): "Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Tuhan sekalian alam. (Sesungguhnya api itu adalah sebagai satu isyarat yang didatangkan oleh Allah untuk menarik perhatian Musa ke tempat itu dan bukannya zat Allah, Wallahu A'lam)
"Dan (sekarang) campakkanlah tongkatmu". (Ia pun mencampaknya), maka apabila ia melihat tongkatnya itu (menjadi seekor ular besar) bergerak cepat tangkas, seolah-olah seekor ular kecil, berpalinglah ia melarikan diri dan tidak menoleh lagi. (Lalu ia diseru): "Wahai Musa, datanglah kemari dan janganlah engkau takut. Sesungguhnya engkau dari orang-orang yang beroleh aman.
"Masukkanlah tanganmu melalui belahan dada bajumu, nescaya keluarlah ia putih bersinar-sinar dengan tiada cacat; dan kepitlah tanganmu di celah ketiakmu ketika merasa takut (nescaya hilanglah takutmu). Yang demikian adalah dua bukti dari Tuhanmu (untuk engkau menunjukkannya) kepada Firaun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang fasik - derhaka"
Laman SurahQuran diasaskan sebagai usaha kecil untuk berkhidmat kepada Kitab yang mulia dan Sunnah yang suci, menyeru kepada Allah dan memudahkan ilmu syariat mengikut manhaj Al-Quran dan Sunnah. Kami memuji dan bersyukur kepada Allah atas kurniaan-Nya, dan memohon agar Dia menerima amalan kami dan menjadikannya ikhlas kerana wajah-Nya yang mulia.