Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Qarḥun (قَرْحٌ): luka, baik berupa luka fisik, terbunuh, maupun kehilangan harta dan jiwa.
- Nudāwiluhā (نُدَاوِلُهَا): Kami gilirkan, artinya Kami jadikan silih berganti antara satu kaum dan kaum lainnya.
- Syuhadā` (شُهَدَاءَ): para syuhada, yaitu orang-orang yang gugur di jalan Allah dan dimuliakan dengan kematian yang mulia.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, jika kalian merasakan luka dan kehilangan nyawa pada Perang Uhud, maka ketahuilah bahwa kaum musyrikin pun telah merasakan luka dan kehilangan yang serupa pada Perang Badar. Di Badar, tujuh puluh orang musyrik terbunuh dan tujuh puluh lainnya ditawan oleh kaum muslimin, sementara di Uhud kaum muslimin kehilangan tujuh puluh lima orang syuhada dan puluhan lainnya terluka. Maka janganlah kalian bersedih berlebihan, sebab kekalahan dan kemenangan itu silih berganti.
Allah ﷻ menjadikan hari-hari itu bergilir di antara manusia; terkadang kemenangan bagi suatu kaum, dan terkadang kekalahan bagi kaum yang lain. Ini semua mengandung hikmah yang agung. Di antaranya, Allah ingin membuktikan siapa yang benar-benar beriman dengan keimanan yang tulus dan siapa yang hanya berpura-pura (munafik). Ujian dan cobaan menjadi alat pemisah antara yang jujur dan yang dusta. Di samping itu, Allah juga ingin memuliakan sebagian dari kalian dengan derajat syahid yang agung, yaitu mereka yang gugur di jalan-Nya, yang kelak akan mendapatkan kehidupan yang mulia di sisi Rabb mereka.
Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang menzalimi diri sendiri dengan meninggalkan jihad dan enggan berperang di jalan Allah padahal mereka mampu. Ini merupakan sindiran halus bagi orang-orang munafik yang menghindari peperangan dan tidak menolong agama Allah.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita bahwa kehidupan ini adalah ujian. Kemenangan dan kekalahan bukanlah ukuran hakiki di sisi Allah, melainkan keikhlasan dan kesabaran. Ketika musibah menimpa, janganlah berputus asa, karena orang-orang sebelum kita pun pernah merasakan hal yang sama. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap: apakah kita tetap teguh di atas iman, atau justru lari dari medan perjuangan?
Ingatlah bahwa syahid adalah kemuliaan yang tiada tara. Mereka yang gugur di jalan Allah tidaklah mati, melainkan hidup di sisi Rabb mereka dengan rezeki yang melimpah. Maka janganlah kita takut akan kematian di jalan Allah, sebab itulah puncak cinta seorang hamba kepada Penciptanya.
Dan jauhilah sifat zalim, terutama zalim kepada diri sendiri dengan meninggalkan kewajiban yang Allah perintahkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui siapa yang jujur dalam keimanannya dan siapa yang hanya bermain-main. Mari kita jadikan setiap ujian sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ.
📜 Ayat 138-142 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 140
Surat Ayat 140/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 138–142. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








