Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ar-Riyah (الرّيَاح): Angin yang diutus Allah sebagai pembawa kabar gembira dan rahmat.
- Tutsiru (تُثِيرُ): Menggerakkan dan mengangkat.
- Al-Wadq (الوَدْق): Hujan yang turun dari awan.
- Kisafan (كِسَفًا): Potongan-potongan awan yang terpisah-pisah.
- Yastabsyirun (يَسْتَبْشِرُونَ): Bergembira dan bersuka cita.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan kepada kita salah satu tanda kebesaran-Nya yang menakjubkan dalam mengatur alam semesta. Dialah yang mengirimkan angin sebagai perantara rahmat-Nya. Angin itu lalu menggerakkan dan mengangkat awan-awan yang mengandung air, kemudian Allah membentangkan dan menyebarkannya di langit sesuai kehendak-Nya—terkadang sedikit, terkadang banyak, terkadang tersebar luas. Awan-awan itu lalu dijadikan-Nya potongan-potongan yang terpisah, kemudian dari celah-celahnya keluarlah hujan yang deras atau gerimis yang membawa berkah.
Ketika hujan itu turun dan mengenai bumi yang kering, serta sampai kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya, maka seketika itu pula mereka bersuka cita dan bergembira. Mereka menyambut hujan sebagai kabar gembira dari Allah, karena mereka tahu bahwa di balik hujan itu terdapat kehidupan: tanah yang subur, tanaman yang tumbuh, dan rezeki yang melimpah untuk mereka dan hewan ternak mereka.
Ayat ini mengajak kita merenungkan betapa sempurnanya pengaturan Allah. Dari angin yang tak terlihat, menjadi awan yang terlihat, lalu menjadi hujan yang membawa kehidupan. Semua berjalan dengan izin dan kehendak-Nya. Sungguh, tidak ada satu pun makhluk yang mampu melakukan semua ini, hanya Allah semata.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah menggambarkan nikmat hujan ini. Padahal hujan hanyalah salah satu dari sekian banyak nikmat-Nya yang tak terhitung. Jika kita saja bergembira ketika hujan turun dan membasahi bumi, maka betapa besar seharusnya rasa syukur kita kepada Allah yang telah mengatur semuanya dengan sempurna.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk selalu optimis dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Sebagaimana awan gelap yang membawa hujan justru menjadi tanda kebaikan, begitu pula ujian dan kesulitan dalam hidup bisa menjadi pendahulu datangnya kemudahan dan kebahagiaan. Maka jadilah hamba yang selalu berprasangka baik kepada Allah, karena rahmat-Nya senantiasa mengalir kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Marilah kita jadikan setiap tetes hujan sebagai pengingat akan kekuasaan Allah, dan setiap kali kita melihat awan bergumpal di langit, kita ingat bahwa di balik semua itu ada Dzat yang Maha Pengatur lagi Maha Penyayang. Sungguh, beruntunglah orang-orang yang mampu mengambil pelajaran dari setiap fenomena alam, karena hal itu akan menambah keimanan dan kecintaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
📜 Ayat 46-50 — Ar-Rum
Terjemah — Ar-Rum 48
Surat Ar-Rum Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan…Surat Ayat 48/60 — Ar-Rum الروم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rum Dengarkan, Ar-Rum Terjemah, Ar-Rum mp3, Ar-Rum pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








