Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Wa lā tuṭi': Janganlah engkau menaati atau mengikuti.
- Al-kāfirīn: Orang-orang yang menutup kebenaran dan mengingkarinya.
- Al-munāfiqīn: Orang-orang yang menampakkan keimanan tetapi menyembunyikan kekufuran.
- Da' adzāhum: Tinggalkanlah gangguan mereka, jangan membalasnya, dan jangan hiraukan.
- Tawakkal 'alallāh: Berserah diri dan bersandar sepenuhnya kepada Allah.
- Wakīl: Yang mengurus, mencukupi, dan memelihara segala urusan hamba-Nya.
Tafsir Lengkap:
Wahai Nabi yang mulia, Allah memberikan petunjuk yang sangat berharga dalam menghadapi ujian dakwah. Janganlah sekali-kali engkau menaati orang-orang kafir yang terang-terangan memusuhi kebenaran, dan juga jangan menuruti kemauan orang-orang munafik yang di hadapanmu beriman namun di belakangmu berkhianat. Mereka selalu berusaha menghalang-halangi jalan dakwah dan berupaya memadamkan cahaya Islam. Maka janganlah engkau tunduk kepada tekanan mereka, baik dalam urusan menyampaikan risalah, maupun dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariat.
Kemudian Allah memerintahkan untuk bersikap bijaksana: *"Da' adzāhum"* — tinggalkanlah gangguan mereka dan jangan engkau balas dengan cara yang sama. Ini adalah ajaran akhlak yang luhur, di mana seorang da'i hendaknya tidak sibuk membalas keburukan, tetapi fokus pada tujuan yang lebih besar, yaitu menyampaikan kebenaran. Sikap memaafkan dan berpaling dari orang-orang yang menyakiti justru bisa menjadi sebab hidayah bagi mereka, karena hati yang baik dan jiwa yang tenang akan menyentuh nurani yang masih bisa tersentuh.
Setelah itu, Allah mengarahkan kepada sumber kekuatan yang hakiki: *"Wa tawakkal 'alallāh"* — dan bertawakallah kepada Allah dalam segala urusanmu. Inilah kunci ketenangan seorang mukmin. Ketika engkau telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berserah diri kepada Allah, maka Allah akan mencukupi segala keperluanmu, melindungimu dari tipu daya musuh, dan memenangkanmu atas mereka. Allah berfirman: *"Wa kafā billāhi wakīlā"* — dan cukuplah Allah sebagai pelindung dan penanggung segala urusan.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat indah bagi setiap muslim. Bahwa dalam menghadapi permusuhan dan gangguan, kita tidak perlu takut atau gentar. Cukup tiga hal yang harus kita lakukan: pertama, jangan tunduk pada tekanan musuh; kedua, jangan sibuk membalas keburukan mereka, tetapi teruslah berbuat baik dan menyampaikan kebenaran; dan ketiga, sandarkan segala urusan kepada Allah dengan penuh keyakinan. Karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.
Inilah jalan keselamatan dan ketenangan. Barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan menjaganya dari segala kejahatan, memberinya kekuatan di tengah kelemahan, dan menjadikannya pemenang meskipun jumlah musuh sangat banyak. Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
📜 Ayat 46-50 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 48
Surat Al-Ahzab Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik…Surat Ayat 48/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








