Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Fafazi'a (فَفَزِعَ): merasa takut/terkejut.
- Baghā (بَغَى): berbuat zalim/aniaya.
- Tusythith (تُشْطِطْ): menyimpang dari kebenaran dalam memutuskan perkara.
- Sawā' ash-Shirāth (سَوَاءِ الصِّرَاطِ): jalan yang lurus dan benar.
Tafsir Ayat:
Kisah ini mengisahkan tentang dua orang yang berselisih yang datang menemui Nabi Daud 'alaihissalam dengan cara yang tidak biasa—mereka memanjat tembok tempat ibadahnya dan masuk menemuinya secara tiba-tiba. Hal ini membuat Nabi Daud merasa terkejut dan cemas, karena kedatangan mereka tidak melalui pintu sebagaimana lazimnya. Namun, kedua orang itu segera menenangkan beliau dengan berkata, "Janganlah engkau takut! Kami berdua hanyalah dua orang yang bersengketa; salah seorang dari kami telah berbuat zalim kepada yang lainnya. Maka putuskanlah perkara kami dengan adil dan benar, janganlah engkau menyimpang dari kebenaran dalam memberikan keputusan, dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus."
Permintaan mereka ini menunjukkan adab yang sangat mulia dalam menyelesaikan perselisihan—mereka tidak meminta kemenangan untuk salah satu pihak, melainkan memohon keadilan dan kebenaran semata. Mereka juga meminta agar hakim memberikan petunjuk kepada jalan yang benar, bukan sekadar memutuskan perkara.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah sikap kedua orang yang bersengketa ini! Mereka datang kepada seorang nabi yang diangkat Allah sebagai hakim, dengan penuh ketawadukan dan keikhlasan. Mereka tidak memaksakan kehendak, tidak meminta keringanan, bahkan mereka sendiri yang mengingatkan hakim agar tidak menyimpang dari kebenaran. Ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap perselisihan, tujuan utama seorang mukmin sejati bukanlah sekadar menang, melainkan tegaknya keadilan dan kebenaran.
Kisah ini juga mengingatkan kita akan keutamaan Nabi Daud yang dianugerahi Allah kemampuan untuk memutuskan perkara dengan bijaksana. Dan bagi kita, ada pelajaran berharga: ketika kita berselisih dengan saudara kita, hendaklah kita menyerahkan penyelesaiannya kepada hukum Allah dan Rasul-Nya dengan hati yang lapang, serta senantiasa memohon petunjuk agar diberikan jalan yang lurus. Karena sesungguhnya, keadilan yang tegak akan membawa kedamaian, dan kedamaian adalah nikmat yang tiada tara. Mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, niscaya kita akan menemukan ketenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
📜 Ayat 20-24 — Sad
Terjemah — Sad 22
Surat Sad Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena kedatangan)…Surat Ayat 22/88 — Sad ص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Sad Dengarkan, Sad Terjemah, Sad mp3, Sad pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








