Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Kuffū aidiyakum: Tahanlah tangan-tangan kalian, maksudnya jangan berperang.
- Kutiba 'alaihim al-qitāl: Diwajibkan atas mereka berperang (jihad).
- Fatīl: Benang tipis yang terdapat pada belahan biji kurma; perumpamaan untuk sesuatu yang sangat kecil dan remeh.
Tafsir:
Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengetahui keadaan sebagian sahabatmu yang dahulu meminta agar diwajibkan berperang? Sebelum perintah jihad diturunkan, mereka dilarang untuk berperang dan diperintahkan untuk menegakkan salat serta menunaikan zakat. Namun ketika mereka berhijrah ke Madinah dan Islam telah memiliki kekuatan, lalu Allah mewajibkan perang, tiba-tiba sebagian dari mereka merasa berat dan takut. Mereka takut kepada manusia—yaitu kaum musyrik Quraisy—dengan ketakutan yang sangat besar, bahkan melebihi ketakutan mereka kepada Allah. Mereka pun berkata dengan penuh keberatan: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan kami berperang? Mengapa tidak Engkau tangguhkan saja sampai waktu yang dekat?" Ini semua karena kecintaan mereka pada kehidupan dunia dan kenikmatannya yang fana.
Maka Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menjawab keraguan mereka: "Kesenangan dunia itu sedikit dan akan segera lenyap, sedangkan akhirat dan segala kenikmatannya yang kekal jauh lebih baik bagi orang yang bertakwa—yaitu yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dan kalian tidak akan dizalimi sedikit pun, bahkan tidak akan dikurangi pahala kebaikan kalian walau hanya sebesar benang tipis yang ada di belahan biji kurma."
Wahai saudaraku seiman, renungkanlah betapa Allah Maha Mengetahui kelemahan hamba-Nya. Ketika kewajiban jihad turun, sebagian manusia merasa berat karena cinta dunia dan takut kehilangan nyawa. Namun Allah mengingatkan kita bahwa dunia ini hanyalah persinggahan sementara yang sangat singkat. Betapa banyak orang yang mengejar dunia dengan susah payah, namun akhirnya pergi meninggalkannya tanpa membawa apa pun. Sementara akhirat adalah negeri yang kekal, penuh kenikmatan yang tidak pernah pudar, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik hamba-Nya walau sekecil apa pun.
Maka janganlah kita tertipu oleh gemerlap dunia yang fana. Sesungguhnya jihad dan pengorbanan di jalan Allah—baik dengan harta, jiwa, maupun tenaga—adalah jalan menuju kebahagiaan abadi. Allah tidak pernah menjanjikan kemudahan tanpa ujian, tetapi Dia menjanjikan balasan yang tak terhingga bagi mereka yang sabar dan bertakwa. Sungguh beruntung orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, karena ia akan merasakan ketenangan di dunia dan kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak.
📜 Ayat 75-79 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 77
Surat Ayat 77/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








