Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَوْ يُوبِقْهُنَّ (atau Dia membinasakan kapal-kapal itu): Yakni menghancurkan dan menenggelamkan kapal-kapal tersebut.
- بِمَا كَسَبُوا (disebabkan apa yang mereka usahakan): Maksudnya karena dosa-dosa dan kesalahan yang telah diperbuat oleh para penumpangnya.
- وَيَعْفُ عَنْ كَثِيرٍ (dan Dia memaafkan banyak dosa): Yakni Allah mengampuni dan tidak menghukum sebagian besar dosa-dosa hamba-Nya.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang penuh hikmah ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak atas alam semesta, khususnya atas lautan yang menjadi jalur perjalanan manusia. Setelah pada ayat sebelumnya Allah menerangkan bahwa Dialah yang menundukkan kapal-kapal untuk berlayar di lautan dengan izin-Nya, maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa di balik ketundukan alam itu, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi sesuai kehendak-Nya.
Pertama, Allah bisa saja membinasakan kapal-kapal tersebut dengan menenggelamkannya, disebabkan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh para penumpangnya. Ini adalah peringatan tegas bahwa maksiat dan kemungkaran bisa menjadi sebab datangnya bencana dan kehancuran. Betapa banyak kapal yang tenggelam, betapa banyak jiwa yang hilang di lautan, semua itu terjadi atas izin Allah sebagai akibat dari perbuatan dosa manusia.
Kedua, Allah memaafkan sebagian besar dosa-dosa hamba-Nya. Ini adalah kabar gembira yang sangat indah. Meskipun manusia banyak berbuat salah dan dosa, namun rahmat Allah jauh lebih luas. Allah tidak serta-merta menghukum setiap kesalahan yang dilakukan hamba-Nya. Justru Allah menunda hukuman, memberi kesempatan untuk bertobat, dan memaafkan banyak dosa dengan kemurahan-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita tentang keseimbangan antara rasa takut dan harapan. Kita harus takut akan azab Allah jika terus-menerus berbuat dosa, namun kita juga harus berharap akan ampunan-Nya yang begitu luas. Keduanya adalah sayap yang mengantarkan seorang mukmin terbang menuju keridhaan Allah.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Setiap hari kita berlayar dalam kehidupan ini, kadang ombak ujian datang menghantam, kadang badai cobaan menerpa. Namun di balik semua itu, Allah selalu memberi kita kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, sekaligus tidak merasa aman dari azab-Nya. Ketika kita melihat kapal-kapal selamat sampai ke pelabuhan, itu adalah bukti kasih sayang Allah yang memaafkan banyak dosa. Ketika kita mendengar berita musibah di lautan, itu adalah pengingat bahwa dosa bisa mendatangkan bencana.
Maka perbanyaklah istighfar, perbaikilah amal, dan jangan pernah meremehkan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, pintu tobat selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berada dalam lindungan dan ampunan-Nya, baik di darat maupun di lautan. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 34
Surat Asy-Syura Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : atau kapal-kapal itu dibinasakan-Nya karena perbuatan mereka atau Dia memberi…Surat Ayat 34/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








