Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Yuskin ar-rīḥ: Menenangkan atau menghentikan angin.
- Rawākida: Tetap diam, tidak bergerak (kapal-kapal yang terhenti di tengah laut).
- Ẓahrihi: Punggungnya, maksudnya permukaan laut.
- Ṣabbār: Sangat sabar, yakni orang yang tekun dalam kesabaran.
- Syakūr: Sangat bersyukur, yakni orang yang senantiasa mensyukuri nikmat Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya tanda-tanda kekuasaan-Nya yang agung melalui kapal-kapal besar yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung yang menjulang. Kapal-kapal itu dapat bergerak dan berlayar karena adanya angin yang Allah tiupkan. Namun, apabila Allah berkehendak, Dia dapat menghentikan angin tersebut seketika, sehingga kapal-kapal itu pun berhenti dan tidak bergerak di atas permukaan laut, seperti benda mati yang terapung tak berdaya.
Perhatikanlah wahai manusia! Perjalanan kapal yang mulus di atas lautan, kemudian berhentinya kapal itu ketika angin berhenti, semua itu terjadi atas kehendak dan kekuasaan Allah semata. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menggerakkan atau menghentikannya kecuali dengan izin Allah. Sungguh, dalam peristiwa ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat jelas bagi setiap hamba yang ṣabbār (sabar dalam menghadapi ujian dan taat kepada Allah) dan syakūr (bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan).
Orang yang sabar dan bersyukur adalah orang yang beriman sejati. Ia bersabar ketika ditimpa kesulitan, dan bersyukur ketika mendapatkan kemudahan. Ia senantiasa merenungi ayat-ayat Allah di alam semesta, sehingga keimanannya semakin bertambah dan keyakinannya semakin kokoh. Baginya, segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Bijaksana, dan Maha Pemurah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan betapa besar kuasa Allah yang mengatur alam semesta ini. Kapal-kapal raksasa yang beratnya ribuan ton dapat berlayar dengan mulus di lautan luas, namun ketika Allah menghendaki, semuanya berhenti seketika. Ini mengajarkan kita bahwa segala urusan dunia ini berada di tangan Allah. Tidak ada yang perlu kita sombongkan, tidak ada yang perlu kita takuti selain Allah.
Jadilah hamba yang ṣabbār dan syakūr. Sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi ujian. Serta senantiasa bersyukur atas setiap nikmat, baik yang kecil maupun yang besar. Karena dengan kesabaran dan rasa syukur, hati kita akan tenang, iman kita akan kuat, dan kita akan semakin dekat dengan Allah. Sungguh, kebahagiaan sejati tidaklah terletak pada banyaknya harta atau lancarnya perjalanan hidup, melainkan pada ketenangan hati yang lahir dari kesabaran dan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
📜 Ayat 31-35 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 33
Surat Asy-Syura Ayat 33 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal…Surat Ayat 33/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








