Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَلَوْلَا (falau lā): kata yang menunjukkan dorongan atau celaan, artinya "mengapa tidak" atau "alangkah baiknya jika".
- أُلْقِيَ (ulqiya): dilemparkan atau diberikan.
- أَسْوِرَةٌ (aswirah): bentuk jamak dari *siwār*, yaitu gelang-gelang emas yang dipakai di pergelangan tangan.
- مُقْتَرِنِينَ (muqtarinīn): datang beriring-iringan, satu sama lain saling mengikuti secara berpasangan atau berurutan.
Tafsir Ayat:
Ayat ini menggambarkan sikap sombong dan angkuh para pemimpin Quraisy ketika menolak kenabian Nabi Musa 'alaihissalam. Mereka berkata dengan nada mengejek: "Mengapa tidak dilemparkan kepadanya gelang-gelang emas sebagai tanda kebesaran dan pengakuan atas kenabiannya, jika benar ia seorang utusan Allah? Atau mengapa tidak datang bersamanya malaikat-malaikat yang beriring-iringan untuk menyaksikan dan membenarkan ucapannya?"
Ucapan ini lahir dari pola pikir materialistis yang mengukur kebenaran dengan harta dan kemegahan duniawi. Mereka mengira bahwa seorang utusan Allah pasti datang dengan simbol-simbol kekuasaan duniawi seperti gelang emas yang biasa diberikan kepada para pembesar mereka, atau ditemani rombongan malaikat yang tampak kasat mata. Padahal, kerasulan tidak diukur dengan perhiasan dunia, melainkan dengan mukjizat yang nyata dan kebenaran yang dibawa.
Allah Ta'ala menceritakan perkataan ini bukan untuk membenarkannya, melainkan untuk menunjukkan kebodohan dan keangkuhan mereka. Mereka menuntut hal-hal yang bersifat duniawi sebagai bukti kenabian, padahal Nabi Musa telah datang membawa mukjizat yang jauh lebih agung, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan yang bercahaya putih — sesuatu yang tidak mampu ditandingi oleh para penyihir Mesir kala itu.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: jangan pernah mengukur kebenaran dengan standar duniawi. Iman dan kerasulan adalah perkara yang datang dari Allah, dan Allah Maha Bijaksana dalam memilih cara menyampaikan bukti-bukti-Nya. Terkadang manusia sibuk menuntut tanda-tanda tertentu yang mereka anggap layak, padahal Allah telah memberikan bukti-bukti yang jauh lebih agung dan jelas.
Renungkanlah, betapa banyak di sekitar kita orang-orang yang menolak kebenaran hanya karena tidak sesuai dengan selera dan bayangan mereka sendiri. Padahal, jika hati dibuka dengan ikhlas dan akal digunakan dengan jernih, niscaya kebenaran Islam akan tampak seterang matahari di siang hari. Al-Qur'an itu sendiri adalah mukjizat terbesar yang abadi — ia menantang seluruh manusia dan jin untuk membuat yang semisal dengannya, namun mereka tidak akan mampu.
Maka, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu rendah hati di hadapan Allah, tidak sombong dengan harta atau kedudukan, dan senantiasa terbuka menerima kebenaran di mana pun ia berada. Sesungguhnya Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, bukan mereka yang membanggakan perhiasan dunia yang fana. Semoga Allah membukakan hati kita untuk selalu tunduk pada kebenaran-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 51-55 — Az-Zukhruf
Terjemah — Az-Zukhruf 53
Surat Az-Zukhruf Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang…Surat Ayat 53/89 — Az-Zukhruf الزخرف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zukhruf Dengarkan, Az-Zukhruf Terjemah, Az-Zukhruf mp3, Az-Zukhruf pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








