Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَن نَّدْخُلَهَا (lan nadkhulahā): Kami sekali-kali tidak akan memasukinya. Kata "lan" dalam bahasa Arab menunjukkan penafian yang bersifat selamanya (ta'bīd).
- مَا دَامُوا فِيهَا (mā dāmū fīhā): Selama mereka (para penduduk yang perkasa) masih berada di dalamnya.
- فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ (fadzhab anta wa rabbuka): Maka pergilah engkau bersama Tuhanmu.
- قَاعِدُونَ (qā'idūn): Orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang).
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengabadikan dialog antara Nabi Musa 'alaihissalam dengan kaumnya dari Bani Israil. Setelah Nabi Musa memerintahkan mereka untuk memasuki tanah suci (Baitul Maqdis) dan berperang melawan penduduknya yang gagah perkasa, mereka justru menjawab dengan penolakan yang tegas dan penuh pembangkangan. Mereka berkata: "Wahai Musa, kami sama sekali tidak akan pernah memasukinya selama mereka masih berada di dalamnya."
Yang lebih menyedihkan lagi, mereka berkata kepada Nabi Musa dengan nada yang sangat tidak sopan dan merendahkan: "Pergilah engkau bersama Tuhanmu, lalu berperanglah kalian berdua. Adapun kami, di sini saja kami duduk-duduk menunggu." Ini adalah puncak kedurhakaan dan kebodohan mereka, karena mereka mengucapkan perkataan yang mengandung ejekan terhadap Nabi mereka dan terhadap perintah Allah. Mereka lebih memilih kehinaan dan ketakutan daripada kemuliaan jihad dan ketaatan.
Perkataan ini menunjukkan betapa lemahnya iman mereka, betapa besarnya rasa takut mereka kepada makhluk, dan betapa kecilnya keyakinan mereka kepada pertolongan Allah. Padahal Allah telah menjanjikan kemenangan kepada mereka jika mereka beriman dan bertakwa. Namun mereka justru menolak perintah Allah dan Rasul-Nya dengan penolakan yang sangat keras.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Betapa banyak di antara kita yang ketika diperintahkan untuk berjuang di jalan Allah—baik dengan harta, jiwa, maupun tenaga—justru mencari-cari alasan dan mundur ke belakang. Padahal Allah telah menjamin pertolongan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.
Ketika kita menghadapi tantangan dalam hidup, janganlah kita menjadi seperti Bani Israil yang pengecut dan durhaka. Sebaliknya, jadilah hamba yang teguh, berani, dan yakin akan pertolongan Allah. Ingatlah firman Allah: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan" (An-Nahl: 128). Dan juga firman-Nya: "Janganlah kamu merasa lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman" (Ali Imran: 139).
Kisah ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa menghormati para Nabi dan ulama, tidak meremehkan perintah mereka, serta tidak berkata kasar kepada mereka. Karena barangsiapa yang merendahkan para utusan Allah, maka sungguh ia telah merendahkan Allah dan agama-Nya.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat pengecut, malas, dan durhaka seperti Bani Israil, dan menjadikan kita hamba-hamba yang taat, berani, dan istiqamah di jalan-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 22-26 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 24
Surat Al-Maidah Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya…Surat Ayat 24/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








