Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Afahukmal jahiliyyah: Apakah mereka mencari hukum (keputusan) yang berlaku di masa jahiliyah, yaitu hukum yang didasarkan pada hawa nafsu, kesewenangan, dan kebatilan yang tidak bersumber dari wahyu Allah.
- Yabghūn: Mereka menghendaki, mencari, dan menuntut.
- Yūqinūn: Orang-orang yang meyakini dengan keyakinan yang mantap dan teguh, yang hatinya telah dipenuhi cahaya iman sehingga mereka menerima kebenaran dengan penuh kepastian.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala berfirman dengan nada pertanyaan yang penuh kecaman dan pengingkaran: "Apakah mereka (orang-orang yang berpaling dari hukum Allah) justru mencari dan menghendaki hukum jahiliyah?" Yaitu hukum yang ditegakkan di atas hawa nafsu, kesewenangan para pembesar, dan kebatilan yang tidak pernah diridhai Allah. Sungguh, ini adalah kemunduran yang sangat jauh dari kebenaran. Bagaimana mungkin mereka meninggalkan hukum Allah yang penuh keadilan, rahmat, dan hikmah, lalu berpaling kepada hukum yang lahir dari kegelapan akal dan kebodohan manusia?
Allah kemudian menegaskan dengan pertanyaan retoris yang indah: "Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi kaum yang meyakini (kebenaran)?" Maksudnya, tidak ada seorang pun — baik manusia, kelompok, maupun sistem buatan manusia — yang mampu menandingi keadilan dan kebijaksanaan hukum Allah. Hukum Allah mencakup kemaslahatan hamba di dunia dan akhirat, menegakkan keadilan tanpa pilih kasih, dan melindungi hak-hak semua pihak secara sempurna. Hanya orang-orang yang memiliki keyakinan teguh (yakin) yang mampu melihat dan merasakan keagungan hukum Allah ini. Adapun orang-orang yang jiwanya dipenuhi hawa nafsu dan kesombongan, mereka tidak akan pernah puas dengan hukum Allah karena mereka hanya mengikuti apa yang sesuai dengan keinginan mereka, meskipun itu batil.
Ayat ini turun sehubungan dengan sekelompok orang yang berpaling dari keputusan Rasulullah ﷺ dalam suatu perselisihan, lalu mereka mencari hukum lain yang mereka anggap lebih sesuai dengan tradisi nenek moyang mereka. Maka Allah membantah mereka dengan tegas, bahwa tidak ada hukum yang lebih baik dan lebih adil daripada hukum Allah bagi siapa saja yang benar-benar meyakini keesaan Allah dan keadilan-Nya.
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa agungnya nikmat Islam yang telah Allah karuniakan kepada kita. Kita tidak perlu mencari-cari sistem hukum lain, karena Allah telah memberikan kita syariat yang sempurna, yang mencakup seluruh aspek kehidupan — dari urusan ibadah, muamalah, keluarga, hingga pemerintahan. Hukum Allah adalah hukum yang lahir dari ilmu-Nya yang Mahaluas dan kasih sayang-Nya yang tiada batas. Maka berbahagialah orang-orang yang meyakini hal ini, karena mereka akan merasakan ketenangan jiwa dan keadilan yang hakiki dalam hidupnya. Jauhilah segala bentuk hukum jahiliyah — baik berupa adat yang menyelisihi syariat, undang-undang buatan manusia yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah, maupun hawa nafsu yang menjadi hakim dalam kehidupan. Sesungguhnya kebahagiaan sejati hanya akan diraih oleh orang-orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya pemberi hukum, dan Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam menegakkan keadilan. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas Islam dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesesatan.
📜 Ayat 48-52 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 50
Surat Al-Maidah Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang…Surat Ayat 50/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








